UMPUMP

Proceedings Series on Health & Medical SciencesProceedings Series on Health & Medical Sciences

Pendahuluan: Perawat merupakan unsur sentral dalam pelayanan kesehatan berkualitas, namun kondisi rumah sakit yang bertekanan tinggi dapat menghambat keterlibatan mereka. Keterlibatan kerja — yang didefinisikan oleh vigor, dedikasi, dan absorpsi — merupakan kunci untuk mempertahankan kinerja dan kesejahteraan. Penelitian ini, berlandaskan Model Permintaan‑Sumber Daya Kerja (JD‑R), menyelidiki hubungan antara persepsi iklim kerja dan keterlibatan kerja di kalangan perawat rumah sakit umum di Nueva Ecija, Filipina. Metodologi: Desain deskriptif‑korelasi diterapkan pada 120 perawat terdaftar yang dipilih secara stratifikasi dari tiga rumah sakit umum: Rumah Sakit Memorial Eduardo L. Joson, Rumah Sakit Umum MV Gallego Cabanatuan City, dan Rumah Sakit Umum Kota San Jose. Data dikumpulkan dengan dua instrumen standar terbuka: Areas of Worklife Scale (AWS) dan Utrecht Work Engagement Scale‑9 (UWES‑9). Analisis statistik menggunakan SPSS v25, meliputi statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan uji signifikansi. Hasil: Perawat melaporkan tingkat keterlibatan kerja yang sangat tinggi (WM = 4,34), dengan dimensi Dedikasi paling kuat (WM = 4,41). Domain iklim kerja tertinggi adalah Community (WM = 4,31), menunjukkan dukungan rekan yang kuat. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada keterlibatan atau iklim kerja berdasarkan usia, jenis kelamin, atau status sipil. Terdapat korelasi positif kuat antara iklim kerja dan keterlibatan kerja (r = 0,78, p < 0,01). Kesimpulan: Iklim kerja yang suportif dan hubungan komunitas yang kuat meningkatkan keterlibatan, mendukung penekanan Model JD‑R pada sumber daya kerja. Temuan ini menekankan perlunya intervensi yang mempromosikan iklim kerja positif untuk meningkatkan motivasi dan retensi perawat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi iklim kerja merupakan prediktor signifikan keterlibatan kerja di kalangan perawat rumah sakit umum di Nueva Ecija.Iklim kerja yang positif dan kaya sumber daya meningkatkan tingkat vigor, dedikasi, dan absorpsi perawat, sehingga memperbaiki motivasi dan komitmen kerja mereka.Hal ini menegaskan pentingnya faktor organisasi dalam membentuk perilaku dan kesejahteraan karyawan pada lingkungan perawatan kesehatan yang bertekanan tinggi.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana gaya kepemimpinan perawat memediasi hubungan antara iklim kerja dan keterlibatan kerja, dengan menilai peran kepemimpinan transformasional versus transaksional dalam meningkatkan motivasi staf. Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan beberapa rumah sakit selama setidaknya dua tahun dapat menguji apakah perubahan positif pada iklim kerja menghasilkan peningkatan berkelanjutan pada keterlibatan kerja dan menurunkan tingkat kelelahan emosional. Selanjutnya, penelitian komparatif antara rumah sakit publik dan swasta di berbagai provinsi Indonesia dapat mengidentifikasi faktor kontekstual yang memperkuat atau melemahkan efek iklim kerja terhadap keterlibatan, sehingga memberikan dasar bagi kebijakan penyesuaian lingkungan kerja yang lebih efektif. Dengan mengintegrasikan variabel mediasi seperti kepuasan kerja dan kelelahan emosional, serta menguji intervensi berupa program pelatihan tim dan sistem penghargaan, studi‑studi tersebut akan memperluas pemahaman tentang mekanisme yang mendasari motivasi perawat di lingkungan layanan kesehatan yang menuntut.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.86.3.499APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 86 3 499
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/ocp0000056APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 ocp0000056
Read online
File size396.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test