UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Perusahaan yang sedang berkembang akan berusaha meningkatkan profitabilitas dengan cara meningkatkan produktivitas perusahaannya. Membangun kantor sebagai fasilitas penunjang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas. Akan tetapi, sebagian besar pemilik atau pengelola gedung kurang mempertimbangkan faktor biaya lain yang akan timbul, yaitu kurangnya pengetahuan tentang biaya siklus hidup. Biaya siklus hidup merupakan perhitungan semua biaya yang berkaitan dengan aset sepanjang masa pakainya dan biaya yang timbul akibat keputusan investasi. Metode analisis data yang dilakukan pada biaya siklus hidup Gedung Graha Cahaya Kusuma meliputi analisis biaya awal, analisis biaya operasional, analisis biaya perawatan, analisis biaya penggantian, analisis nilai sisa, dan metode Net Present Value (NPV). Dari biaya siklus hidup selama 20 tahun, biaya awal sebesar Rp 73.585.806.250 atau 7,64% dari total, biaya perawatan sebesar Rp 15.142.186.691 atau 1,57% dari total, biaya penggantian material sebesar Rp 5.283.947.105 atau 0,55% dari total, biaya operasional sebesar Rp 858.474.984.124 atau 89,11% dari total dan menjadikan biaya operasional sebagai biaya terbesar dalam siklus ini, dan nilai sisa sebesar Rp 10.934.850.809 atau 1,14%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang biaya apa saja yang dikeluarkan oleh kepada pemilik Gedung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis biaya siklus hidup memainkan peran penting dalam membantu manajer Graha Cahaya Kusuma Building untuk menghitung biaya perkiraan yang akan dikeluarkan selama masa layanan gedung selama 20 tahun.Dengan menggunakan pendekatan ini, manajer dapat memperoleh gambaran jelas tentang total biaya yang mencakup konstruksi, operasi, pemeliharaan, penggantian komponen, dan nilai sisa.Informasi ini sangat berguna untuk merencanakan anggaran secara efektif dan memastikan keberlanjutan operasi gedung dalam jangka panjang.Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan strategis, seperti menentukan prioritas pemeliharaan atau penggantian komponen yang paling berpengaruh terhadap biaya.Dengan perhitungan yang terukur dan terstruktur, manajer dapat meminimalkan risiko pengeluaran tak terduga dan memastikan penggunaan sumber daya yang efisien.Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung manajemen GCK Building yang lebih efektif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi biaya siklus hidup gedung, seperti jenis material yang digunakan, efisiensi energi, dan strategi pemeliharaan. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model prediktif untuk memperkirakan biaya siklus hidup gedung dengan mempertimbangkan berbagai skenario dan variabel. Dengan demikian, pemilik gedung dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan strategis dalam mengelola biaya operasional dan pemeliharaan gedung mereka.

  1. Cost Optimization of Residential Structure by Life Cycle Cost Analysis. cost optimization residential... ijtsrd.com/engineering/civil-engineering/9650/cost-optimization-of-residential-structure-by-life-cycle-cost-analysis/s-s-sawantCost Optimization of Residential Structure by Life Cycle Cost Analysis cost optimization residential ijtsrd engineering civil engineering 9650 cost optimization of residential structure by life cycle cost analysis s s sawant
  2. LIFE CYCLE COST PADA GEDUNG BOARDING HOUSE DAERAH GLAGAHSARI, YOGYAKARTA | FROPIL (Forum Profesional... doi.org/10.33019/fropil.v9i1.2297LIFE CYCLE COST PADA GEDUNG BOARDING HOUSE DAERAH GLAGAHSARI YOGYAKARTA FROPIL Forum Profesional doi 10 33019 fropil v9i1 2297
Read online
File size296.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test