UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Panah HukumJurnal Panah Hukum

Illegal fishing adalah suatu perbuatan menangkap ikan atau kegiatan perikanan yang tidak sah secara hukum yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok-kelompok tertentu yang kegiatannya tidak dilaporkan kepada suatu institusi atau lembaga yang berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis pertimbangan hakim pada putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana illegal fishing di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (studi putusan nomor 314/Pid.Sus/2017/PN Bls). Penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan tentang pertimbangan hakim pada putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana illegal fishing, diketahui bahwa majelis hakim telah mempertimbangkan beberapa hal. Oleh karena itu, para pelaku ditetapkan bersalah. Dalam putusan nomor 314/Pid.Sus/2017/PN Bls, majelis hakim tidak menerapkan pidana kumulatif seperti yang telah ditentukan dan diancam dalam pasal yang bersangkutan. Pertimbangan hakim yang hanya menjatuhkan putusan penjatuhan hukuman denda kepada para pelaku, menurut pandangan penulis, putusan pemidanaan tersebut tidak tepat karena tidak ada alasan peniadaan atau penghapusan pidana penjara dan tidak memberi efek jera kepada para pelaku, dimana efek jera merupakan salah satu tujuan pemidanaan. Maka, menurut penulis bahwa dalam putusan nomor 314/Pid.Sus/2017/PN Bls, seharusnya tetap diterapkan hukuman pidana penjara kepada para terdakwa agar tujuan hukum itu sendiri dapat tercapai.

Majelis hakim mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dakwaan, bukti, serta pertimbangan yang meringankan dan memberatkan, dalam putusan pemidanaan terhadap pelaku illegal fishing.Namun, hakim hanya menjatuhkan denda tanpa hukuman penjara, yang menurut penulis tidak memberikan efek jera yang memadai.Penulis berpendapat bahwa hukuman penjara harus tetap diterapkan agar tujuan hukum, khususnya efek jera, dapat tercapai.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi perbedaan efek jera antara hukuman penjara dan denda pada kasus illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dengan melakukan analisis komparatif pada beberapa putusan pengadilan; selanjutnya, penting untuk meneliti bagaimana kualitas pengumpulan bukti dan kesaksian saksi memengaruhi keputusan hakim dalam kasus illegal fishing, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang memperkuat proses peradilan; terakhir, peneliti dapat mengembangkan model prediktif yang menggabungkan variabel seperti bendera kapal, volume tangkapan, dan riwayat pelanggaran untuk memprediksi hasil putusan pemidanaan, yang nantinya dapat menjadi dasar reformasi kebijakan penegakan hukum perikanan.

Read online
File size561.93 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test