UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Raise the Red Lantern merupakan salah satu film karya Zhang Yimou yang diadaptasi dari novel Raise the Red Lantern karya Su Tong. Novel dan film ini mengangkat kisah poligami di tengah masyarakat Tiongkok pada era 1920-an. Bercerita tentang persaingan 4 orang istri dalam memperebutkan cinta dan kekuasaan dari seorang Tuan Besar yang kaya raya. Alih wahana dari novel Raise the Red Lantern ke film Raise the Red Lantern menyebabkan terjadinya penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi pada unsur intrinsik novel. Pada tulisan ini aspek tersebut dianalisis dari data berupa novel dan film dengan menggunakan pendekatan ekranisasi. Tujuannya untuk mencari tahu perbedaan, persamaan, dan perubahan yang terjadi akibat proses alih wahana dari kedua objek material yang berbeda tersebut. Hasil analisis ekranisasi novel Raise the Red Lantern ke film Raise the Red Lantern menunjukkan adanya penambahan dan penghilangan peristiwa, pengubahan dan penghilangan latar, serta penggantian dan penghilangan tokoh dalam novel. Namun, proses alih wahana tidak mengubah garis besar cerita.

Berdasarkan hasil analisis mengenai perbandingan unsur-unsur intrinsik penceritaan pada penelitan dengan judul “Perbandingan Novel Raise the Red Lantern dan Film Raise the Red Lantern dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Pertama, berdasarkan hasil analisis perbandingan dari 2 objek material berupa novel Raise the Red Lantern dan film Raise the Red Lantern ditemukan adanya persamaan dan perbedaan, serta perubahan.Pada aspek penciutan, terdapat penghilangan sifat tokoh Feipu takut terhadap wanita dan memiliki ketertarikan khusus kepada laki-laki dan penghilangan tokoh Tuan Muda Gu.Penambahan yang paling menonjol pada film Raise the Red Lantern adalah pemunculan konsep lentera merah pada tradisi keluarga Chen.Ketiga, proses alih wahana berupa perubahan bervariasi.Perubahan bervariasi dari novel Raise the Red Lantern ke film Raise the Red Lantern terjadi pada aspek latar tempat, tokoh dan deskripsi peristiwa.Proses ekranisasi tentu akan menyebabkan berbagai perubahan dari karya aslinya.Perubahan tersebut bisa berupa penciutan, penambahan, serta perubahan bervariasi.Perubahan ini terjadi karena berbagai alasan seperti keterbatasan waktu dan alat, faktor kreativitas penulis skenario dan sutradara, maupun perubahan yang dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu.

Berdasarkan analisis ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana representasi perempuan dalam novel dan film ini mencerminkan dinamika kekuasaan dan peran gender dalam masyarakat Tiongkok tradisional. Hal ini dapat melibatkan analisis mendalam terhadap simbolisme dan metafora yang digunakan untuk menggambarkan karakter perempuan dan interaksi mereka. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan adaptasi novel ini ke dalam berbagai media lain, seperti teater atau opera, untuk melihat bagaimana elemen-elemen cerita diinterpretasikan dan disajikan secara berbeda. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak sosial dan budaya dari film ini, khususnya bagaimana film ini memengaruhi persepsi publik tentang poligami dan kehidupan perempuan di Tiongkok.

Read online
File size479.54 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test