POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan MakassarMedia Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Dalam pelayanan kesehatan, tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan yang cukup besar. Salah satunya ialah dalam proses persalinan. Adapun penyebab umumnya antara lain ialah perdarahan obstetrik, persalinan macet, dan komplikasi. Hal ini dapat dideteksi dengan menggunakan partograf untuk membuat keputusan klinik sebagai upaya pengenalan adanya gangguan persalinan sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di Puskesmas Jongaya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini besar sampel ditentukan sebanyak 6 responden, terdiri dari 5 informan inti dan 1 informan kunci dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan partograf yang dilakukan oleh bidan di Puskesmas Jongaya Makassar dikategorikan telah efektif. Dengan melihat pengetahuan dan kemampuan bidan dalam penggunaan partograf yang cukup baik dan optimal saat melakukan asuhan persalinan. Pengambilan keputusan klinik oleh bidan di Puskesmas Jongaya Makassar dikategorikan juga cukup baik dengan melihat pengoptimalisasian penggunaan partografnya. Selain itu dengan melihat pemahaman bidan tentang apa dan bagaimana itu pengambilan keputusan klinik. Hal ini didukung dengan tidak adanya catatan AKI sejak beberapa tahun terakhir.

Penggunaan partograf oleh bidan di Puskesmas Jongaya Makassar dinilai efektif, didukung oleh pengetahuan dan kemampuan bidan yang optimal dalam asuhan persalinan.Pengambilan keputusan klinik oleh bidan juga tergolong baik, yang ditunjang oleh penggunaan partograf yang optimal.Efektivitas ini diperkuat dengan tidak adanya catatan Angka Kematian Ibu (AKI) dan kasus keterlambatan pengambilan keputusan di Puskesmas Jongaya selama beberapa tahun terakhir.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan partograf di Puskesmas Jongaya Makassar efektif dalam pengambilan keputusan klinik, namun terdapat temuan menarik bahwa pengisian partograf belum selalu dilakukan secara konsisten dan real-time, melainkan terkadang dicatat di lembar lain sebelum disalin. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi konsistensi bidan dalam pengisian partograf secara langsung dan tepat waktu. Untuk itu, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara mendalam kendala praktis, beban kerja, atau persepsi bidan yang mungkin menyebabkan ketidakonsistenan ini, sehingga dapat diidentifikasi strategi intervensi yang tepat. Selain itu, mengingat penelitian ini bersifat kualitatif dengan sampel terbatas di satu lokasi, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi kuantitatif berskala lebih besar di berbagai fasilitas kesehatan. Penelitian tersebut dapat menguji secara statistik hubungan antara tingkat konsistensi pengisian partograf secara real-time dengan berbagai indikator kualitas asuhan persalinan, termasuk kecepatan respons terhadap komplikasi, ketepatan diagnosis, dan luaran maternal-neonatal, yang mungkin tidak terdeteksi hanya dengan melihat catatan AKI. Dengan demikian, kita bisa memahami dampak nyata dari konsistensi pengisian partograf terhadap kualitas pengambilan keputusan klinik secara lebih komprehensif.

  1. #pengambilan keputusan#pengambilan keputusan
  2. #zat besi#zat besi
Read online
File size89.13 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1GG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test