SADRASADRA
Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismKanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismMaktūbāt Rabbānī. Studi ini secara kritis menelaah hubungan antara tasawuf dan syariat dengan fokus khusus pada tulisan Imām Rabbānī Aḥmad Sirhindī, sebagaimana diartikulasikan. Sementara beberapa gerakan reformis Islam berpendapat bahwa terdapat dikotomi mendasar antara kedua bidang ini, Sirhindī menegaskan bahwa tasawuf dan syariat tidak dapat dipisahkan, di mana tasawuf berfungsi sebagai perpanjangan dari syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Sirhindī merekonsiliasi dimensi mistik dan hukum Islam, serta menegaskan bahwa pensucian spiritual yang sejati harus terjadi dalam kerangka syariat, bukan sebagai sesuatu yang bertentangan dengannya. Secara metodologis, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks terhadap tiga jilid pertama untuk mengeksplorasi diskursus Sirhindī tentang pentingnya kepatuhan hukum dalam perjalanan spiritual. Selain itu, penelitian ini juga melakukan analisis komparatif terhadap karya‑karya Ibn al‑Arabī, al‑Ḥallāj, dan al‑Ghazālī guna mengontekstualisasikan posisi Sirhindī dalam pemikiran tasawuf yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tasawuf Sirhindī berakar pada ortodoksi doktrinal, serta mengkritik penyimpangan mistik yang melepaskan spiritualitas dari hukum agama. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Sirhindī menawarkan kerangka sistematis untuk memahami tasawuf dalam yurisprudensi Islam, serta menantang perspektif yang melihat adanya dikotomi antara praktik mistik dan kepatuhan hukum. Dengan menyoroti kesalahpahaman kontemporer, penelitian ini berkontribusi pada perdebatan akademik yang sedang berlangsung tentang peran spiritualitas dalam hukum Islam, sekaligus menegaskan sebagai teks penting dalam.
Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa Imam Rabbānī Aḥmad Sirhindī berhasil menyatukan syariah dan tasawuf dalam kerangka doktrinal yang sistematis, sehingga menolak dugaan dikotomi antara praktik mistik dan kepatuhan hukum.Analisis menunjukkan bahwa model tasawufnya berlandaskan ortodoksi, mengkritik penyimpangan mistik, dan menawarkan pendekatan yang dapat diaplikasikan pada diskursus Islam kontemporer.Penelitian juga menekankan perlunya kajian komparatif lebih lanjut dengan pemikir seperti al‑Ghazālī untuk memperdalam pemahaman tentang integrasi tersebut.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara mendalam bagaimana konsep tasawuf yang diintegrasikan dengan syariah oleh Sirhindī dapat diadaptasi dalam konteks hukum Islam modern, sehingga menjawab pertanyaan: bagaimanakah penerapan praktis model Sirhindī dalam sistem hukum kontemporer? Selanjutnya, studi komparatif antara pemikiran Sirhindī dan al‑Ghazālī dapat mengevaluasi kesamaan dan perbedaan dalam pendekatan mistik‑legal mereka, dengan fokus pada pertanyaan: apa implikasi teologis dari perbedaan metodologis tersebut bagi perkembangan tasawuf modern? Akhirnya, analisis empiris terhadap komunitas sufi yang mengikuti ajaran Sirhindī dapat mengidentifikasi dampak sosial‑ekonomi penerapan sinergi syariah‑tasawuf, sehingga menjawab: bagaimana integrasi ini memengaruhi kesejahteraan materiil dan spiritual umat Islam di era globalisasi? Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang relevansi historis Sirhindī serta memberikan landasan kuat bagi kebijakan keagamaan yang lebih inklusif.
- DOI Name 10.22111 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 26z handle na delete hdl... doi.org/10.22111DOI Name 10 22111 Values doi name values index type timestamp data hs admin 26z handle na delete hdl doi 10 22111
- DOI Name 10.22452 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.22452DOI Name 10 22452 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 22452
- EXPLORING THE INTERSECTION OF SHARIA AND SUFISM IN IMĀM RABBĀNĪ AḤMAD SIRHINDĪ’S MAKTŪBĀT... journal.sadra.ac.id/ojs/index.php/kanz/article/view/409EXPLORING THE INTERSECTION OF SHARIA AND SUFISM IN IMAM RABBAN AMAD SIRHINDAoS MAKTBAT journal sadra ac ojs index php kanz article view 409
| File size | 400.34 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
ITBITB Beban aksial vertikal konstan diberikan di atas panel dinding hingga kegagalan, yang ditandai oleh kondisi batas. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan bukaanBeban aksial vertikal konstan diberikan di atas panel dinding hingga kegagalan, yang ditandai oleh kondisi batas. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan bukaan
ULUMUNAULUMUNA Dengan konsep epoché, yang merujuk pada makna menunda semua penilaian, atau dapat diartikan sebagai menangguhkan suatu pemahaman yang diinterpretasikanDengan konsep epoché, yang merujuk pada makna menunda semua penilaian, atau dapat diartikan sebagai menangguhkan suatu pemahaman yang diinterpretasikan
ULUMUNAULUMUNA Penelitian ini meneliti filosofi serta integrasi metodologi ilmu dan Islam di Indonesia dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, mengkaji tiga UIN (Malang,Penelitian ini meneliti filosofi serta integrasi metodologi ilmu dan Islam di Indonesia dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, mengkaji tiga UIN (Malang,
ULUMUNAULUMUNA Berdasarkan analisis filosofis karya Derrida, studi ini menunjukkan bahwa ada setidaknya dua poin relevansi pemikiran filosofis Derrida untuk mendekonstruksiBerdasarkan analisis filosofis karya Derrida, studi ini menunjukkan bahwa ada setidaknya dua poin relevansi pemikiran filosofis Derrida untuk mendekonstruksi
ULUMUNAULUMUNA Penelitian ini menunjukkan bahwa etika Yunani bersifat ateistik dan berfokus pada hubungan antar-manusia, sementara etika Islam bersifat teistik sertaPenelitian ini menunjukkan bahwa etika Yunani bersifat ateistik dan berfokus pada hubungan antar-manusia, sementara etika Islam bersifat teistik serta
ULUMUNAULUMUNA Makalah ini berpendapat bahwa dalam pandangan Hamka, tindakan manusia diciptakan oleh diri mereka sendiri karena Tuhan telah menganugerahkan mereka sebagaiMakalah ini berpendapat bahwa dalam pandangan Hamka, tindakan manusia diciptakan oleh diri mereka sendiri karena Tuhan telah menganugerahkan mereka sebagai
ULUMUNAULUMUNA Kelahiran negara Islam berasal dari paradigma ini. Pandangan ini, pada kenyataannya, menggambarkan atau memuliakan masa lalu ke dalam masa kini. Bagi mereka,Kelahiran negara Islam berasal dari paradigma ini. Pandangan ini, pada kenyataannya, menggambarkan atau memuliakan masa lalu ke dalam masa kini. Bagi mereka,
ULUMUNAULUMUNA They are among two modern reformers whose ideas heavily focus on the social, economic and political issues about Muslims in the West. This paper will discussThey are among two modern reformers whose ideas heavily focus on the social, economic and political issues about Muslims in the West. This paper will discuss
Useful /
SADRASADRA Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu jawaban atas usaha beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana dalam pelaksanaannyaKurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu jawaban atas usaha beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana dalam pelaksanaannya
PANDAWAINSTITUTEPANDAWAINSTITUTE Bagi pembuat kebijakan kesehatan, disarankan pembukaan Fair Price Medicine Shop (FPMS) dengan mengacu pada model Pemerintah West Bengal serta revisi kebijakanBagi pembuat kebijakan kesehatan, disarankan pembukaan Fair Price Medicine Shop (FPMS) dengan mengacu pada model Pemerintah West Bengal serta revisi kebijakan
SADRASADRA Kontribusi ini menandai pembentukan sistem metafisika Islam yang orisinal dan kontekstual, sekaligus membuka ruang bagi perkembangan tradisi filsafat IslamKontribusi ini menandai pembentukan sistem metafisika Islam yang orisinal dan kontekstual, sekaligus membuka ruang bagi perkembangan tradisi filsafat Islam
UMMUMM Metode yang digunakan adalah studi perbandingan antara ketentuan hukum pidana Indonesia dan hukum Islam terkait kriteria video sebagai bukti zina. HasilMetode yang digunakan adalah studi perbandingan antara ketentuan hukum pidana Indonesia dan hukum Islam terkait kriteria video sebagai bukti zina. Hasil