SADRASADRA

Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismKanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism

Pendidikan dan kurikulum adalah sebuah kesatuan untuk menunjang kehidupan manusia menuju lebih baik, di mana dalam perumusan kurikulum harus berlandaskan pada dasar fisiologis, sosiologis dan antropologis agar tercipta tujuan pendidikan yang baik dan sempurna. Penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan zaman merupakan sebuah respons agar pendidikan tetap relevan dan berguna bagi kehidupan manusia. Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu jawaban atas usaha beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana dalam pelaksanaannya Kurikulum MBKM memberikan fleksibilitas pada lembaga pendidikan dan peserta didik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pada penelitian ini, penulis akan menganalisa kurikulum MBKM dari sudut pandang filsafat Islam yang digagas oleh Muhammad Iqbal, yakni rekonstruksionisme pendidikan Islam dan eksistensialisme teistik. Meski Muhammad Iqbal tidak pernah membuat suatu karya yang spesifik mengenai pendidikan, namun nilai-nilai filosofisnya dapat digunakan sebagai landasan dalam pendidikan dikarenakan banyak mengandung makna bagaimana cara menjadikan manusia yang seutuhnya dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengumpulkan data dari artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan penelitian dan menganalisa data yang terkumpul dan mengintrepretasikan dalam sebuah pembahasan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kurikulum MBKM sejatinya adalah menjunjung asas kemerdekaan dan kemandirian, namun dalam pandangan filsafat rekonstruksionisme dan eksistensialisme Muhammad Iqbal terdapat kekurangan yakni penanaman nilai spiritual yang intens, hubungan individu dan masyarakat, serta rasa tanggung jawab setelah kebebasan dalam memilih. Sehingga dari sudut pandang Muhammad Iqbal yang insān kāmil berasaskan pada kreativitas, kebebasan, dan spiritual, kurikulum MBKM ini memerlukan kajian ulang agar menciptakan pendidikan yang holistik sehingga terwujud insān kāmil yang tidak hanya mahir dalam bidang ilmu duniawi, namun juga diimbangi dengan ilmu keagamaan.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa kurikulum adalah instrumen penting dan memiliki urgensi tinggi, sehingga perlu lebih diperhatikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang selaras dengan tujuan pendidikan yang berlaku.Dalam hal ini, kurikulum MBKM adalah inovasi untuk menjawab tantangan zaman di era 4.0, di mana tujuan kurikulum MBKM adalah untuk menghasilkan lulusan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan 4.0 dan dapat bersaing di dunia bisnis dan industri (DUDI).Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, sekolah Progressivism, kurikulum MBKM memiliki konsep kemerdekaan dan kemandirian dalam belajar, dan memberikan wewenang khusus kepada lembaga pendidikan untuk mengatur metode dan prinsip pembelajaran mereka.Muhammad Iqbal, dengan pemikiran rekonstruksi pendidikan Islamnya, mengutarakan keprihatinannya tentang pendidikan Islam yang terlalu kaku dan pendidikan gaya Barat yang terlalu sekuler.Dia mengusulkan konsep untuk rekonstruksi pendidikan Islam, yang melibatkan penjelasan tujuan individu dalam hidup untuk akhirnya menciptakan manusia yang baik.Pelaksanaan pendidikan harus diisi dengan semangat, menjadikannya sesuatu yang sakral, sambil mempertimbangkan hubungan antara individu dan masyarakat.Rekonstruksi pendidikan yang dimulai oleh Muhammad Iqbal menawarkan perspektif baru untuk pendidikan Islam.Ia menekankan prinsip tujuan individu, hubungan antara individu dan masyarakat, semangat dalam ranah pendidikan, dan kebutuhan pendidikan untuk dinamis dalam membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang bagaimana kurikulum MBKM dapat lebih menekankan aspek sosial, khususnya dalam hal hubungan antara individu dan masyarakat, serta peran pendidikan dalam merekonstruksi pemahaman dan diversifikasi sosial. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang dapat menanamkan nilai-nilai moral dan agama, serta membentuk sikap tanggung jawab dalam memilih jalan hidup. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kurikulum MBKM dapat diimplementasikan dengan lebih efektif untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan terwujudnya konsep insān kāmil yang diinisiasi oleh Muhammad Iqbal.

  1. Rekonstruksionisme Pendidikan Islam Menurut Muhammad Iqbal | Sari | Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman.... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/al-fikra/article/view/10076Rekonstruksionisme Pendidikan Islam Menurut Muhammad Iqbal Sari Al Fikra Jurnal Ilmiah Keislaman ejournal uin suska ac index php al fikra article view 10076
  2. Keterbatasan dalam Kebebasan: Evaluasi Implementasi Kurikulum MBKM PTKIN | Journal of Instructional and... doi.org/10.53621/jider.v4i4.319Keterbatasan dalam Kebebasan Evaluasi Implementasi Kurikulum MBKM PTKIN Journal of Instructional and doi 10 53621 jider v4i4 319
  3. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus merdeka Dalam Menghadapi Era Society 5.0 | Technical and... doi.org/10.55642/taveij.v3i1.273Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus merdeka Dalam Menghadapi Era Society 5 0 Technical and doi 10 55642 taveij v3i1 273
  4. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam. pembaharuan pendidikan islam muhammad iqbal ta dibuna jurnal... doi.org/10.32832/tadibuna.v11i4.6401Tadibuna Jurnal Pendidikan Islam pembaharuan pendidikan islam muhammad iqbal ta dibuna jurnal doi 10 32832 tadibuna v11i4 6401
Read online
File size385.22 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test