SADRASADRA
Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismKanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismPenelitian ini bertujuan untuk meluruskan asumsi reduksionis yang memandang filsafat Islam semata sebagai salinan dari pemikiran filsafat Yunani kuno. Kajian ini secara khusus menganalisis bagaimana al-Kindī, sebagai salah satu pelopor filsafat dalam tradisi Islam, secara sistematis mengintegrasikan unsur-unsur filsafat Yunani—terutama Neoplatonisme dan Aristotelianisme—ke dalam kerangka pemikiran Islam, dengan penekanan pada aspek metafisika ketuhanan. Pokok-pokok teologis yang dikaji mencakup argumen mengenai keberadaan Tuhan, hakikat serta esensi keilahian, dan konsep penciptaan alam semesta. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif terhadap teks-teks utama al-Kindī, khususnya Fī al-Falsafah al-Ūlā, ditemukan bahwa al-Kindī tidak hanya mengadopsi gagasan-gagasan filsafat Yunani secara pasif, melainkan secara aktif menyeleksi, menafsirkan ulang, serta merekonstruksi ide-ide tersebut agar konsisten dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Kindī berperan lebih dari sekadar penerjemah atau penyambung tradisi intelektual; ia tampil sebagai inovator yang berhasil merumuskan sintesis antara rasionalitas filosofis dan wahyu keagamaan. Temuan penting lainnya adalah sikap kritis al-Kindī terhadap konsep metafisika Yunani, misalnya dalam menolak pandangan creatio ex materia (penciptaan dari materi yang telah ada) dan menggantikannya dengan konsep creatio ex nihilo (penciptaan dari ketiadaan) yang selaras dengan teologi Islam. Kontribusi ini menandai pembentukan sistem metafisika Islam yang orisinal dan kontekstual, sekaligus membuka ruang bagi perkembangan tradisi filsafat Islam yang lebih mapan di periode-periode berikutnya.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa al-Kindī tidak hanya menerjemahkan atau menyalin filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab, tetapi juga melakukan inovasi.Al-Kindī memang banyak mengambil inspirasi dari filsuf Yunani seperti Plato dan Aristoteles, tetapi ia tidak memandang ide-ide mereka sebagai sesuatu yang statis atau tidak dapat diubah.Sebaliknya, ia menggunakan ide-ide tersebut sebagai titik awal untuk penyelidikan filosofisnya, sering kali mengkritik dan memperluas konsep-konsep tersebut.Pada intinya, al-Kindī merekontekstualisasikan filsafat dalam kerangka Islam, mereformasi dan menyempurnakannya agar sesuai dengan lanskap intelektual zamannya.Dalam argumennya tentang keberadaan Tuhan, al-Kindī memperkenalkan konsep tentang kebaruan alam (creatio ex nihilo), yang lebih selaras dengan perspektif teologis para cendekiawan Muslim, khususnya Mutazilite.Demikian pula, ketika membahas penciptaan alam semesta, al-Kindī cenderung pada gagasan penciptaan dari ketiadaan, yang konsisten dengan doktrin Islam.Kontribusi filosofis al-Kindī mewakili sintesis yang unik antara filsafat Yunani dan pemikiran Islam.Alih-alih secara pasif mengadopsi ide-ide Yunani, al-Kindī secara aktif merombak ide-ide tersebut, menyegarkan dan menyempurnakan diskursus filosofis sebelum menyebarkannya ke seluruh dunia Islam.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh pemikiran al-Kindī terhadap perkembangan filsafat Islam di periode-periode berikutnya, khususnya dalam hal sintesis antara rasionalitas filosofis dan wahyu keagamaan. Bagaimana pemikiran al-Kindī mempengaruhi para filsuf Islam berikutnya dalam merumuskan konsep-konsep metafisika dan teologis?. . 2. Meneliti lebih dalam tentang pendekatan al-Kindī dalam mengintegrasikan unsur-unsur filsafat Yunani ke dalam kerangka pemikiran Islam. Bagaimana al-Kindī menyeleksi, menafsirkan ulang, dan merekonstruksi ide-ide Yunani agar selaras dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam? Apakah ada metode atau kriteria tertentu yang digunakan al-Kindī dalam proses integrasi ini?. . 3. Melakukan studi komparatif antara pemikiran al-Kindī dengan filsuf-filsuf Yunani seperti Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Bagaimana al-Kindī mengadopsi, mengkritik, dan mengembangkan ide-ide mereka? Apa implikasi dari perbedaan pandangan al-Kindī dengan filsuf-filsuf Yunani dalam hal metafisika dan teologis?. . Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran al-Kindī dalam membentuk tradisi filsafat Islam yang unik dan kontekstual, serta kontribusinya dalam menjembatani dua warisan intelektual besar: filsafat Yunani dan pemikiran Islam.
- AL-KINDĪ’S METAPHYSICS | Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism. al... doi.org/10.20871/kpjipm.v11i1.410AL KINDAoS METAPHYSICS Kanz Philosophia A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism al doi 10 20871 kpjipm v11i1 410
- Al-Kindī and the Mu‘tazila: Divine Attributes, Creation and Freedom | Arabic Sciences and Philosophy.... liverpooluniversitypress.co.uk/doi/10.1017/S0957423903003035Al Kind and the MuAotazila Divine Attributes Creation and Freedom Arabic Sciences and Philosophy liverpooluniversitypress co uk doi 10 1017 S0957423903003035
- DOI Name 10.1017 Values. name values index type timestamp data serv crossref namespace admin handle create... doi.org/10.1017DOI Name 10 1017 Values name values index type timestamp data serv crossref namespace admin handle create doi 10 1017
| File size | 339.2 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUUNU Salah satunya terkait masalah usia atau yang disebut dengan pernikahan dini. Pernikahan di bawah umur masih menjadi kontroversi di masyarakat karena masing-masingSalah satunya terkait masalah usia atau yang disebut dengan pernikahan dini. Pernikahan di bawah umur masih menjadi kontroversi di masyarakat karena masing-masing
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU pada kesempatan ini kami akan mengkaji salah satu tokoh pemikir pendidikan Islam Indonesia yaitu KH Abdul Halim. Abdul Halim merupakan tokoh modern pembaharupada kesempatan ini kami akan mengkaji salah satu tokoh pemikir pendidikan Islam Indonesia yaitu KH Abdul Halim. Abdul Halim merupakan tokoh modern pembaharu
STIEBALIKPAPANSTIEBALIKPAPAN Muhammad Abdul Mannan telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi Islam melalui usaha mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah keMuhammad Abdul Mannan telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi Islam melalui usaha mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah ke
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Oleh karena itu da‟i memiliki keharusan atas kecakapan bermedia sosial sehingga pesan-pesan dakwah dapat diterima oleh khalayak ramai. Artikel ini membahasOleh karena itu da‟i memiliki keharusan atas kecakapan bermedia sosial sehingga pesan-pesan dakwah dapat diterima oleh khalayak ramai. Artikel ini membahas
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Utilizing technology brings both positive and negative impacts on society, creating challenges for dawah. Adapting dawah activities to the fast-paced andUtilizing technology brings both positive and negative impacts on society, creating challenges for dawah. Adapting dawah activities to the fast-paced and
IAINSORONGIAINSORONG Dimensi sejarah melibatkan masa lampau yang terkait dengan masa kini dan mendatang, dengan periodesasi berdasarkan abad, aliran pemikiran, atau peristiwaDimensi sejarah melibatkan masa lampau yang terkait dengan masa kini dan mendatang, dengan periodesasi berdasarkan abad, aliran pemikiran, atau peristiwa
IAINSORONGIAINSORONG Meski kontroversial, Khalifah Fatimiyah merupakan gerakan Syiah yang berupaya membangun pemerintahan yang didasarkan pada legitimasi keturunan Nabi sebagaiMeski kontroversial, Khalifah Fatimiyah merupakan gerakan Syiah yang berupaya membangun pemerintahan yang didasarkan pada legitimasi keturunan Nabi sebagai
METROMETRO Mereka menemukan makna sempurna dalam ketiga hubungan tersebut. Untuk menemukan makna Tuhan (baca: Allah) tidak perlu jauh, memahami Tuhan cukup denganMereka menemukan makna sempurna dalam ketiga hubungan tersebut. Untuk menemukan makna Tuhan (baca: Allah) tidak perlu jauh, memahami Tuhan cukup dengan
Useful /
LANLAN The study reveals that job definition and lifelong learning orientation significantly drive personal knowledge management (PKM) among functional officers.The study reveals that job definition and lifelong learning orientation significantly drive personal knowledge management (PKM) among functional officers.
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU konsep pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengankonsep pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020 hingga September 2020 dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020 hingga September 2020 dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Pencapaian pendidikan ideal menuntut reformasi komprehensif yang tidak hanya terfokus pada kurikulum, tetapi juga pada peningkatan peran dan kualitas tenagaPencapaian pendidikan ideal menuntut reformasi komprehensif yang tidak hanya terfokus pada kurikulum, tetapi juga pada peningkatan peran dan kualitas tenaga