STKIP BIMASTKIP BIMA

ESES

Hadirnya perkembangan teknologi digital di kehidupan masyarakat menyebabkan perubahan secara fundamental terjadi. Perubahan tersebut dikenal dengan istilah era disrupsi yang bukan hanya membawa dampak positif saja, melainkan dampak negatif juga. Salah satu dampak negatifnya adalah beredar berita hoax yang dapat menimbulkan suatu pertentangan. Untuk mengatasi dampak negatif yang dimaksudkan maka memerlukan suatu kemampuan, yaitu kemampuan nalar kritis. Kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh seseorang seringkali berkaitan dengan minat baca. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi keterkaitan antara minat baca dengan nalar kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik deskriptif dan inferensial melalui regresi linear sederhana. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Aktif Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r‑hitung sebesar 4,015 > t‑tabel sebesar 1,984. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa minat baca dapat memengaruhi kemampuan nalar kritis seseorang mahasiswa.

Analisis menunjukkan bahwa minat baca dan nalar kritis mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI berdistribusi normal dengan persentase masing-masing 0,255 dan 0,197.Hasil regresi linear sederhana mengindikasikan adanya pengaruh signifikan minat baca terhadap nalar kritis (t‑hitung 4,015 > t‑tabel 1,984).Oleh karena itu, pengembangan kemampuan nalar kritis melalui peningkatan minat baca dianggap penting untuk menghadapi tantangan era disrupsi, dan penelitian lanjutan disarankan meneliti implementasi nalar kritis dalam penyelesaian masalah digital.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana program pelatihan literasi digital yang terintegrasi dengan kegiatan membaca memengaruhi peningkatan nalar kritis mahasiswa, sehingga dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas intervensi tersebut. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perkembangan minat baca dan kemampuan nalar kritis selama tiga semester akademik dapat mengungkap dinamika perubahan keduanya serta faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat pertumbuhan tersebut. Selanjutnya, perbandingan antar‑jurusan, misalnya antara mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Teknik Informatika, dapat menilai perbedaan tingkat minat baca dan nalar kritis dalam konteks era disrupsi, sehingga memungkinkan identifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi lintas disiplin.

  1. LITERASI DIGITAL SEBAGAI UPAYA MENANGKAL HOAKS DI ERA DISRUPSI | al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi.... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/al-balagh/article/view/1555LITERASI DIGITAL SEBAGAI UPAYA MENANGKAL HOAKS DI ERA DISRUPSI al Balagh Jurnal Dakwah dan Komunikasi ejournal uinsaid ac index php al balagh article view 1555
Read online
File size339.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test