UNMUHUNMUH

BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaBELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tata Bahasa Semesta diyakini oleh para ahli bahasa sebagai piranti belajar bahasa pada anak yang dapat mengembangkan pemerolehan bahasanya. Penelitian ini mengkaji dan mengeksplanasikan yang dibangun dengan inti leksikal. Hasil yang didapatkan adalah siswa autis mengembangkan kerumitan kalimat dengan menggunakan inti leksikal verba dengan pola tanpa komplemen, inti leksikal verba dengan adanya argumen dalam, inti leksikal dengan keterangan tambahan frase preposisi, dan koordinasi verba berpalang satu (V coordination). Pada inti leksikal adjektiva berupa kalimat tanpa argumen yang berproyeksi maksimal dan diproyeksikan langsung ke proyeksi maksimal (FAdj). Kalimat tersebut dianalisis menggunakan skema X-Bar sebagai salah satu model TBPI (Government and Binding).

Penelitian ini menemukan bahwa siswa autis dengan jenjang SD yang terbagi dalam kelas 4,5, dan 6 dapat mengembangkan kerumitan kalimat dengan menggunakan inti leksikal verba dan adjektiva.Inti leksikal verba yang memiliki pola tanpa komplemen, inti leksikal verba dengan adanya argumen dalam, inti leksikal dengan keterangan tambahan frase preposisi, dan koordinasi verba berpalang satu (V coordination) ditemukan pada kalimat yang dituturkan siswa autis dalam menjawab pertanyaan guru.Inti leksikal adjektiva berupa kalimat tanpa argumen yang berproyeksi maksimal dan diproyeksikan langsung ke proyeksi maksimal (FAdj).Temuan ini memiliki kontribusi bagi teori kognitif dan pengajaran bahasa.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kerumitan kalimat pada siswa autis, seperti tingkat kecerdasan, kemampuan komunikasi, dan lingkungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi bahasa yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa autis dalam menghasilkan kalimat yang kompleks dan gramatikal. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai metode pengajaran bahasa yang dirancang khusus untuk siswa autis, dengan mempertimbangkan karakteristik unik mereka dalam memproses dan menghasilkan bahasa.

  1. Narrative as a tool for the assessment of linguistic and pragmatic impairments - Nicola Botting, 2002.... journals.sagepub.com/doi/10.1191/0265659002ct224oaNarrative as a tool for the assessment of linguistic and pragmatic impairments Nicola Botting 2002 journals sagepub doi 10 1191 0265659002ct224oa
  2. Kerumitan Kalimat Bahasa Indonesia Siswa Autis | Anggraeni | BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi... doi.org/10.32528/bb.v6i2.4972Kerumitan Kalimat Bahasa Indonesia Siswa Autis Anggraeni BELAJAR BAHASA Jurnal Ilmiah Program Studi doi 10 32528 bb v6i2 4972
Read online
File size224.75 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test