APTISIAPTISI
Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)Penelitian ini mengkaji disparitas dalam pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di pemerintah daerah Indonesia yang masih terfragmentasi dan menghambat penyampaian layanan yang efisien. Tujuannya adalah mengembangkan kerangka perencanaan arsitektur perusahaan hibrida yang menggabungkan model TOGAF, Zachman, FEAF, dan Gartner untuk mencapai adopsi SPBE yang lebih terstandarisasi dan interoperabel. Metode kuantitatif dengan pendekatan penjelas menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS‑SEM) diterapkan pada data 337 responden yang valid dari sembilan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, menguji empat konstruk utama: standar implementasi SPBE, kejelasan prosedur operasional, harmonisasi teknologi, dan kolaborasi institusional. Hasil menunjukkan semua konstruk secara signifikan meningkatkan efektivitas tata kelola digital, dengan standar menjadi faktor paling kuat (koefisien 0,423, p < 0,01). Selain validasi statistik, penelitian ini menyajikan kerangka operasional yang mencakup alur prosedural, matriks logika, dan pseudocode untuk menjembatani konsep teoretis dengan implementasi praktis SPBE, memberikan pendekatan yang terstruktur namun fleksibel bagi pemerintahan terdesentralisasi Indonesia dalam meningkatkan interoperabilitas, transparansi, dan koordinasi antar‑lembaga.
Penelitian ini mengembangkan dan memvalidasi kerangka arsitektur perusahaan hibrida yang mengintegrasikan TOGAF, Zachman, FEAF, dan Gartner untuk meningkatkan implementasi SPBE pada pemerintah daerah Indonesia, dengan bukti empiris dari 337 responden di sembilan pemerintah kota/kabupaten di Jawa Barat.Kerangka tersebut dioperasionalkan melalui alur prosedural, matriks logika, dan pseudocode, sehingga dapat menstandarisasi praktik, memperjelas prosedur operasional, menyelaraskan teknologi, serta memperkuat kolaborasi institusional, yang secara keseluruhan meningkatkan interoperabilitas dan transformasi digital.Keterbatasan studi terletak pada fokus provinsi saja.penelitian lanjutan disarankan untuk menguji model di wilayah lain serta mengintegrasikan AI, ontologi, atau blockchain untuk meningkatkan interoperabilitas, keamanan, dan menilai dampak jangka panjang terhadap kualitas layanan, kepercayaan publik, dan kelincahan birokrasi.
Penelitian lanjutan dapat menguji apakah kerangka arsitektur hibrida yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif di provinsi atau negara lain dengan kondisi digital yang berbeda, sehingga menilai keuniversalan model tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilannya. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki bagaimana integrasi teknologi kecerdasan buatan, ontologi data, atau blockchain ke dalam kerangka dapat meningkatkan interoperabilitas, keamanan, dan otomatisasi proses SPBE, serta mengungkap tantangan teknis, kebijakan, dan sumber daya manusia yang perlu diatasi untuk adopsi yang sukses. Akhirnya, penelitian longitudinal dapat memantau dampak jangka panjang penerapan kerangka terhadap kualitas layanan publik, tingkat kepercayaan masyarakat, dan kelincahan birokrasi dengan mengumpulkan data secara berkala selama beberapa tahun, memungkinkan analisis tren perubahan dan evaluasi efektivitas kebijakan. Dengan menambah variabel-variabel pengukuran kepuasan warga dan efisiensi biaya, studi dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang nilai ekonomi dari transformasi digital. Pendekatan komparatif antar daerah yang beragam juga dapat memperkaya wawasan tentang adaptasi lokal dan best practice. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang efektivitas, adaptabilitas, dan kontribusi teknologi tambahan terhadap transformasi digital pemerintah daerah, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan.
- One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.34306/attOne moment please moment please wait request verified doi 10 34306 att
- Oriented Enterprise Architecture for Enhancing Digital Governance and Technopreneurship in Regional Governments... doi.org/10.34306/att.v7i3.769Oriented Enterprise Architecture for Enhancing Digital Governance and Technopreneurship in Regional Governments doi 10 34306 att v7i3 769
| File size | 1.62 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Kesimpulan menyatakan bahwa pemangku kepentingan pendidikan di Nigeria harus melihat pembelajaran virtual sebagai masa depan sistem pendidikan negara tersebut.Kesimpulan menyatakan bahwa pemangku kepentingan pendidikan di Nigeria harus melihat pembelajaran virtual sebagai masa depan sistem pendidikan negara tersebut.
UNUGHAUNUGHA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman pengembangan kurikulum dan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan dan ilmu pengetahuan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman pengembangan kurikulum dan kesiapan kerja mahasiswa pendidikan dan ilmu pengetahuan.
PROVISIPROVISI Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan waterfall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hierarki sistem informasi laboratorium rekam medisPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan waterfall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hierarki sistem informasi laboratorium rekam medis
PROVISIPROVISI Penelitian ini berhasil membangun sistem informasi data kunjungan nasabah Bank Muamalat berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Sistem ini dapat mempermudahPenelitian ini berhasil membangun sistem informasi data kunjungan nasabah Bank Muamalat berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Sistem ini dapat mempermudah
PROVISIPROVISI Masalah terbanyak didapati pada bagian Aesthetic and minimalist design yang merupakan bagian dari User Interface. Rancangan wireframe diharapkan dapatMasalah terbanyak didapati pada bagian Aesthetic and minimalist design yang merupakan bagian dari User Interface. Rancangan wireframe diharapkan dapat
PROVISIPROVISI Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) untuk mengukur pengaruh variabelMetode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) untuk mengukur pengaruh variabel
PROVISIPROVISI Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara penggunaan video game dan olahraga terhadap kesehatan mental selama pandemi COVID-19 di kotaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara penggunaan video game dan olahraga terhadap kesehatan mental selama pandemi COVID-19 di kota
PROVISIPROVISI Metodologi yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah Waterfall. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi literatur.Metodologi yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah Waterfall. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi literatur.
Useful /
UNUGHAUNUGHA Temuan menunjukkan bahwa MSME menghadapi beberapa tantangan signifikan, seperti rendahnya tingkat literasi keuangan Syariah, akses terbatas terhadap pembiayaanTemuan menunjukkan bahwa MSME menghadapi beberapa tantangan signifikan, seperti rendahnya tingkat literasi keuangan Syariah, akses terbatas terhadap pembiayaan
UNUGHAUNUGHA Implementasi nilai-nilai Islam Nusantara akan memberikan fondasi agama yang tidak mudah menyalahkan orang beragama lain dan memiliki dampak positif bagiImplementasi nilai-nilai Islam Nusantara akan memberikan fondasi agama yang tidak mudah menyalahkan orang beragama lain dan memiliki dampak positif bagi
UNUGHAUNUGHA Tren yang muncul menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis bukan hanya keterampilan yang penting untuk keberhasilan akademik, tetapi juga merupakan keterampilanTren yang muncul menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis bukan hanya keterampilan yang penting untuk keberhasilan akademik, tetapi juga merupakan keterampilan
IAIN CURUPIAIN CURUP Kompetensi pedagogik guru mempengaruhi mutu pendidikan sebesar 66,2%, juga dalam kategori pengaruh kuat. Budaya sekolah mempengaruhi mutu pendidikan sebesarKompetensi pedagogik guru mempengaruhi mutu pendidikan sebesar 66,2%, juga dalam kategori pengaruh kuat. Budaya sekolah mempengaruhi mutu pendidikan sebesar