UM SURABAYAUM SURABAYA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum IslamMaqasid: Jurnal Studi Hukum IslamKorupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) menimbulkan dampak sistemik terhadap keuangan negara, legitimasi hukum, dan kepercayaan publik, sehingga pertanggungjawaban pidana penyelenggara negara menjadi isu sentral dalam hukum pidana Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertanggungjawaban pidana penyelenggara negara dalam tindak pidana korupsi menurut hukum pidana positif Indonesia dan hukum pidana Islam, serta mengkaji penerapannya dalam kasus kebijakan impor gula yang melibatkan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong).
Penelitian ini menemukan bahwa penerapan hukum pidana positif Indonesia dalam kasus dugaan korupsi kebijakan impor gula oleh Tom Lembong menekankan pada pendekatan objektif berbasis penyalahgunaan kewenangan jabatan dan timbulnya potensi kerugian negara, tanpa mensyaratkan pembuktian keuntungan pribadi secara langsung.Sebaliknya, dalam perspektif hukum pidana Islam, pertanggungjawaban pidana lebih menitikberatkan pada pembuktian niat jahat (mens rea) dan pengkhianatan amanah (ghulul), sehingga kebijakan publik yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional dan tanpa motif memperkaya diri cenderung diposisikan sebagai kesalahan administratif atau kekeliruan ijtihad kebijakan.Perbedaan ini menunjukkan adanya jurang konseptual antara pendekatan legal-formal dan pendekatan moral-substantif dalam menilai pertanggungjawaban pidana penyelenggara negara.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan pendekatan sosio-legal atau empiris-komparatif dengan melibatkan lebih banyak kasus kebijakan publik serta wawancara dengan aparat penegak hukum dan pembuat kebijakan. Selain itu, diperlukan kajian lanjutan mengenai reformulasi norma pertanggungjawaban pidana pejabat publik yang mengakomodasi prinsip keadilan substantif, perlindungan kebijakan berbasis good faith, dan nilai-nilai hukum Islam dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pembentuk undang-undang, aparat penegak hukum, dan hakim dalam menilai batas antara kesalahan kebijakan dan perbuatan pidana korupsi secara lebih proporsional dan berkeadilan.
| File size | 650.36 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Bahkan ketaatan menjalankan ibadah sangat diperhatikan sekali. Sekolah ini terbuka untuk umum dan tidak eksklusif. 8) KYW mendirikan sekolah NAWASEA denganBahkan ketaatan menjalankan ibadah sangat diperhatikan sekali. Sekolah ini terbuka untuk umum dan tidak eksklusif. 8) KYW mendirikan sekolah NAWASEA dengan
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Kurikulum yang dihasilkan dari sintesis pemikiran ini tidak hanya menjembatani dikotomi antara sains dan agama, tetapi juga relevan untuk diterapkan dalamKurikulum yang dihasilkan dari sintesis pemikiran ini tidak hanya menjembatani dikotomi antara sains dan agama, tetapi juga relevan untuk diterapkan dalam
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Ushul fikih, dalam kerangka ini, dapat berfungsi sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap fondasi normatif hukum nasional tanpa harus mengklaim supremasiUshul fikih, dalam kerangka ini, dapat berfungsi sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap fondasi normatif hukum nasional tanpa harus mengklaim supremasi
UNRIKAUNRIKA Dalam Peraturan Daerah ini diatur tentang: materi muatan yang diatur dalam perda. Tahapan pembentukan perda meliputi: perencanaan, penyusunan, pembahasan,Dalam Peraturan Daerah ini diatur tentang: materi muatan yang diatur dalam perda. Tahapan pembentukan perda meliputi: perencanaan, penyusunan, pembahasan,
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Implementasi fatwa dalam praktik pasar modal syariah Indonesia dilakukan melalui mekanisme screening bertahap yang terdiri dari business screening untukImplementasi fatwa dalam praktik pasar modal syariah Indonesia dilakukan melalui mekanisme screening bertahap yang terdiri dari business screening untuk
DINASTIRESDINASTIRES Perlu dilakukan revisi Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) agar dapat merespons karakteristik transaksi digital, serta menetapkan regulasi turunanPerlu dilakukan revisi Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) agar dapat merespons karakteristik transaksi digital, serta menetapkan regulasi turunan
IUQIBOGORIUQIBOGOR Namun demikian, pertanyaan penting yang muncul adalah sejauh mana praktik digital marketing tersebut sejalan dengan prinsip maqashid syariah dalam perspektifNamun demikian, pertanyaan penting yang muncul adalah sejauh mana praktik digital marketing tersebut sejalan dengan prinsip maqashid syariah dalam perspektif
STIEMADANISTIEMADANI Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan data sekunder. Yaitu data-data yang diambil dari referensi-referensi pustaka yang terdapat di dalamPenelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan data sekunder. Yaitu data-data yang diambil dari referensi-referensi pustaka yang terdapat di dalam
Useful /
IUQIBOGORIUQIBOGOR Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya minat generasi Z terhadap coffee shop sebagai salah satu gaya hidup modern. PenelitianLatar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya minat generasi Z terhadap coffee shop sebagai salah satu gaya hidup modern. Penelitian
IUQIBOGORIUQIBOGOR Investasi syariah merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga menjunjung tinggiInvestasi syariah merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga menjunjung tinggi
STIEMADANISTIEMADANI Sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah return saham. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif danSedangkan variabel dependen yang digunakan adalah return saham. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif dan
UMCUMC Bagi sebagian orang, Facebook kerap memberikan sensasi tersendiri, membuat adrenalin bergejolak, bahkan sering lupa diri. Sedemikian dahsyatnya, FacebookBagi sebagian orang, Facebook kerap memberikan sensasi tersendiri, membuat adrenalin bergejolak, bahkan sering lupa diri. Sedemikian dahsyatnya, Facebook