UNIRA MALANGUNIRA MALANG

AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education StudiesAL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies

Boikot merupakan tindakan kolektif yang disengaja untuk menghentikan dukungan terhadap entitas tertentu sebagai bentuk protes damai. Dalam konteks Islam, konsep keadilan dan persatuan umat merupakan prinsip utama yang diajarkan dalam Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep boikot dalam perspektif Al-Quran, serta menganalisis bagaimana tindakan ini dapat digunakan sebagai alat untuk menegakkan keadilan dan memperkuat kesatuan umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teks dari tafsir Al-Quran serta studi kasus historis dan kontemporer. Penelitian ini menemukan bahwa ayat-ayat Al-Quran memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya keadilan dan solidaritas di antara umat, yang dapat menjadi landasan etis untuk tindakan boikot. Boikot dalam perspektif Al-Quran dapat dilihat sebagai bentuk penegakan keadilan distributif dan retributif, serta alat untuk memperkuat solidaritas umat Islam. Studi kasus historis dan kontemporer menunjukkan bahwa boikot dapat menjadi alat yang efektif untuk menggalang dukungan dan menunjukkan solidaritas serta kesatuan umat.

Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi komunitas Muslim untuk merancang dan melaksanakan boikot yang selaras dengan prinsip‑prinsip Islam, menunjukkan bahwa boikot memiliki dasar etika yang kuat dalam Al‑Quran dan dapat berperan sebagai sarana menegakkan keadilan serta memperkuat persatuan umat.Keberhasilan boikot sangat bergantung pada koordinasi yang baik, konsensus tujuan, serta dukungan luas dari komunitas Muslim.Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang konteks lokal dan sosial sangat penting untuk memastikan boikot dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas boikot terhadap tekanan ekonomi pada industri tertentu dengan menggunakan metode campuran antara analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur perubahan perilaku konsumen dan respons perusahaan. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki persepsi generasi muda Muslim terhadap justifikasi boikot dalam kerangka Al‑Quran melalui survei skala besar, guna memahami faktor motivasi dan hambatan dalam partisipasi mereka. Terakhir, diperlukan pengembangan kerangka kerja aktivisme digital yang mengintegrasikan prinsip‑prinsip Quranik dengan strategi kampanye online, sehingga boikot dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi, transparan, dan berkelanjutan dalam konteks era digital.

Read online
File size803.58 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test