UMPUMP

Proceedings Series on Physical & Formal SciencesProceedings Series on Physical & Formal Sciences

Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga termasuk daerah sentra kentang yang dapat mendukung dan memiliki peran penting dalam meningkatkan pembangunan pertanian untuk dapat meningkatkan devisa negara. Beberapa kendala petani dalam melakukan kegiatan usahatani kentang adalah motivasi petani yang masih rendah, petani beranggapan bahwa usahatani kentang yang dilakukan selama ini memiliki prospek yang menjanjikan dengan memanfaatkan kondisi alam dan iklim yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kentang. Namun, data menunjukan setiap tahun Kecamatan Karangreja Kabupaten purbalingga mengalami penurunan luas panen dan jumlah produksi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik petani dalam usahatani kentang dan mengidentifikasi tingkat motivasi petani yaitu motivasi ekonomi dan motivasi sosiologi. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan menggunakan metode simple random sampling diperoleh 100 petani kentang mitra dan non mitra dan pembagian sampling dilakukan menggunakan metode stratified random sampling diperoleh 17 petani mitra dan 83 petani non mitra. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, metode likerts summated ratings, dan rating scale. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani dipengaruhi oleh faktor internal yaitu pengalaman bertani dalam kategori sedang (57 persen), pendidikan formal dalam kategori sedang (54 persen), luas lahan dalam kategori sedang (59 persen), pendapatan petani dalam kategori tinggi (80 persen), dan faktor eksternal yaitu sarana produksi berada dalam kategori sangat tinggi (92 persen), ketersediaan modal dalam kategori tinggi (61 persen), jaminan harga pada kategori tinggi (62 persen) dan kehadiran penyuluh pada kategori sedang (54 persen). Tingkat motivasi dari segi ekonomi dalam usahatani kentang berada dalam kategori tinggi sebesar (74 persen) dan tingkat motivasi sosiologi dalam usahatani kentang berada pada kategori sedang sebesar (48 persen).

.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai motivasi petani dalam usahatani kentang. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh inovasi teknologi pertanian terhadap motivasi petani, khususnya dalam konteks adaptasi terhadap perubahan iklim dan peningkatan efisiensi produksi. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana penerapan teknologi dapat meningkatkan daya tarik usahatani kentang bagi petani, terutama generasi muda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi motivasi petani, seperti peran kelompok tani, norma sosial, dan nilai-nilai tradisional. Pemahaman ini dapat membantu merancang program pemberdayaan petani yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pengembangan agrowisata kentang sebagai upaya diversifikasi pendapatan petani dan meningkatkan motivasi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan menggabungkan aspek pertanian dan pariwisata, diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi petani dan meningkatkan daya saing produk kentang.

  1. Motivasi Petani dalam Usahatani Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga | Proceedings Series... doi.org/10.30595/pspfs.v5i.711Motivasi Petani dalam Usahatani Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Proceedings Series doi 10 30595 pspfs v5i 711
Read online
File size671.44 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test