UNIBUNIB

Journal of Applied Linguistics and LiteratureJournal of Applied Linguistics and Literature

Dalam kurun waktu 2020-2024, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan salah satu tujuan utama dalam pengembangan rencana strategis, yaitu mengoptimalkan kualitas pembelajaran dalam bentuk inovatif agar terwujud kesuksesan siswa dalam mencapai hasil belajar maksimal yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hodijah, S & et al (2022) berpendapat mengenai tujuan pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa pembelajaran inovatif yang diharapkan dapat diterapkan dari pembelajaran yang diciptakan dalam bentuk kelas kolaboratif dan partisipatif. Selain itu, berdasarkan edisi 2022 EF English First Proficiency, Indonesia berada di peringkat 81 dari 111 negara dengan skor 469 yang masuk dalam kategori Low Proficiency dalam setiap aspek bahasa Inggris, salah satunya adalah Terjemahan. Berdasarkan hal-hal tersebut, untuk mengatasi rendahnya profisiensi bahasa Inggris siswa, khususnya dalam hal Terjemahan dan untuk menjawab tuntutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi Perguruan Tinggi dalam menciptakan kelas inovatif. Disarankan bagi dosen untuk menggunakan Model Belajar Studi Kasus karena telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan terjemahan dalam berbagai studi sebelumnya. Berdasarkan hal-hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Belajar Studi Kasus untuk Meningkatkan Kemampuan Terjemahan Siswa dalam Kursus Terjemahan dalam Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) di Jurusan Bahasa Inggris dan Sastra, Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Belajar Studi Kasus untuk Meningkatkan Kemampuan Terjemahan Siswa dalam Kursus Terjemahan dalam Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) di Jurusan Bahasa Inggris dan Sastra, Universitas Negeri Medan.Model Belajar Studi Kasus dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu (1) Analisis Kebutuhan, (2) Desain Model Belajar Studi Kasus, (3) Pengembangan Model Belajar Studi Kasus dalam Pembelajaran Terjemahan di ELT (4) Implementasi, yaitu uji coba Model Belajar Studi Kasus dalam Kursus Terjemahan di ELT (5) Evaluasi Model Belajar Studi Kasus.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisis data.Uji validitas, Uji Praktikalitas, dan Uji Efektivitas dilakukan pada produk pengembangan untuk memastikan bahwa Model Belajar Studi Kasus yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan terjemahan siswa dalam Kursus Terjemahan di ELT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas Model Belajar Studi Kasus dalam meningkatkan kemampuan terjemahan siswa di berbagai tingkat pendidikan, termasuk sekolah menengah dan perguruan tinggi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak jangka panjang penggunaan Model Belajar Studi Kasus terhadap perkembangan keterampilan terjemahan siswa dan bagaimana model ini dapat membantu mereka dalam menghadapi tantangan terjemahan di dunia nyata. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan sumber daya dan materi pembelajaran yang sesuai dengan Model Belajar Studi Kasus, sehingga dapat memfasilitasi implementasi model ini secara lebih luas dan efektif di berbagai institusi pendidikan.

  1. Journal of Applied Linguistics and Literature. development case method learning model hone students translation... ejournal.unib.ac.id/joall/article/view/30619Journal of Applied Linguistics and Literature development case method learning model hone students translation ejournal unib ac joall article view 30619
Read online
File size401.2 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test