IBSIBS

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan (Journal of Economics, Management and Banking)Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan (Journal of Economics, Management and Banking)

Penelitian ini berupaya untuk menelaah proses evaluasi dan peningkatan standar kualitas produksi. PT X yang bergerak di bidang konveksi dipilih sebagai konteks pada penelitian ini. Analisis didasarkan pada aplikasi seven tools yang terdiri dari flow chart, check sheet, histogram, control chart, scatter diagram, fishbone diagram dan diagram pareto. Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang berhasil dihimpun diperoleh hasil bahwa 4 jenis kecacatan yang diperoleh pada check sheet adalah cacat jahitan, cacat warna sablon, pola tidak sesuai dan juga cacat gosong. Dari keempat jenis kecacatan, yang paling tinggi presentasenya yaitu Cacat gosong. Berdasarkan analisis atas U Chart of jumlah ketidaksesuaian tidak terdapat titik-titik yang melewati batas baik batas atau maupun batas bawah, ini berarti bahwa tingkat ketidaksesuaian produk cacat di perusahaan PT X masih normal dan masih dapat dikendalikan. Dengan tingkat keridaksesuaian produk cacat diperusahaan tersebut yang masih dapat dikendalikan oleh pihak perusahaan, maka perusahaan tidak harus memperbaiki tingkat ketidaksesuaian produk cacat diperusahaan tersebut karena pihak perusahaan masih dapat mengendalikan tingkat kecacatan produknya sehingga tidak sampai.

Berdasarkan telaah atas data produksi, diidentifikasi empat jenis kecacatan utama pada PT X, yaitu cacat jahitan, cacat warna sablon, pola tidak sesuai, dan cacat gosong, dengan cacat gosong menjadi yang paling dominan.Analisis U Chart menunjukkan bahwa tingkat ketidaksesuaian produk cacat masih dalam batas normal dan dapat dikendalikan oleh perusahaan.Oleh karena itu, perusahaan tidak perlu melakukan perbaikan signifikan terhadap tingkat ketidaksesuaian produk cacat saat ini, karena masih mampu mengendalikan tingkat kecacatan produk.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi akar penyebab utama cacat gosong yang menjadi masalah paling signifikan di PT X, dengan menggunakan metode analisis yang lebih mendalam seperti Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas penerapan seven tools di PT X dengan perusahaan konveksi lain yang telah menerapkan sistem manajemen kualitas yang lebih maju, seperti ISO 9001. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan peluang perbaikan yang lebih luas. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediktif untuk mengantisipasi potensi cacat produk berdasarkan data historis dan variabel proses produksi, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan preventif sebelum cacat terjadi. Penelitian ini dapat memanfaatkan teknik machine learning atau statistical modeling untuk meningkatkan akurasi prediksi dan efektivitas pengendalian kualitas secara proaktif. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan daya saing di pasar.

Read online
File size410.52 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test