SYEKH NURJATISYEKH NURJATI

Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum IslamMahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam

Terminologi nusyuz sebagai bentuk ketidakharmonisan hubungan suami-istri seringkali dipahami dan diselesaikan secara bias gender. Hal ini diawali dengan pemahaman konsep nusyudz secara sempit hanya disematkan kepada istri yang tidak mentaati suami, sehingga pada tahap selanjutnya didapati menjadi pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengungkap rahasia sebenarnya dari Al-Quran surat Nisa ayat 34 mengenai hukuman bagi istri nusyuz. Penelitian ini juga ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang nusyudz dan mencarikan solusi untuk mengatasi kekerasan gender dalam rumah tangga.

Penelitian menunjukkan bahwa nusyuz dapat terjadi baik pada suami maupun istri, dimana pada istri nusyuz dapat berupa keluar rumah tanpa izin yang bersifat negatif, sementara pada suami berupa sikap keras dan penolakan pemberian hak.Menurut Quran, penyelesaian nusyuz istri melibatkan tiga tahapan yaitu nasihat, tindakan kuratif‑represif yang tidak melibatkan kekerasan fisik, dan pendekatan koersi bila dua tahap pertama tidak efektif.23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dinyatakan selaras dengan prinsip keadilan gender yang terkandung dalam QS.An‑Nisa 34, sehingga diperlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif mengenai fenomena nusyuz dalam konteks sosial‑kultural.

Penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti persepsi nusyuz di antara suami dan istri dari berbagai kelompok sosial‑ekonomi di Indonesia dengan pendekatan metode campuran untuk mengungkap sikap dan faktor budaya yang memengaruhi; selanjutnya, dilakukan studi intervensi longitudinal yang mengevaluasi efektivitas model penyelesaian konflik non‑kekerasan yang diadaptasi dari tiga tahapan Quranic (nasihat, tindakan kuratif‑represif, dan koersi) dalam mengurangi kejadian nusyuz; terakhir, analisis implementasi UU No. 23 Tahun 2004 pada level daerah melalui studi kasus dan kajian hukum untuk menilai bagaimana perlindungan legal berinteraksi dengan interpretasi agama terhadap dharabah, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih selaras dengan nilai keadilan gender dan konteks lokal.

Read online
File size456.01 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test