INSCHOOLINSCHOOL

GHMJ (Global Health Management Journal)GHMJ (Global Health Management Journal)

Latar belakang: Soul stunting adalah istilah yang digunakan peneliti untuk menggambarkan hambatan pertumbuhan kehidupan batin mahasiswa, ditandai dengan kesulitan dalam mengelola emosi, membangun hubungan sehat, dan merespons bijak terhadap tantangan hidup. Sebagai peneliti dan konselor, penulis terlibat langsung dengan peserta dalam pengaturan konseling nyata, memungkinkan pengamatan dan intervensi otentik terhadap perkembangan jiwa mereka. Kondisi ini sering berasal dari pola asuh keluarga dan dapat bertahan hingga tahun kuliah, memengaruhi keterlibatan akademik, hubungan sosial, dan kesiapan karier. Meskipun diskusi konseptual tentang kecerdasan emosional dan perkembangan mahasiswa melimpah, sebagian besar tetap teoretis atau berbasis survei, dengan dampak terbatas pada perubahan perilaku nyata. Studi ini mengatasi celah tersebut melalui pendekatan berorientasi aksi dan berbasis praktik. Tujuan studi ini adalah mengeksplorasi fenomena soul stunting di kalangan mahasiswa melalui empat narasi kasus nyata dari ruang konseling kampus, fokus pada lima dimensi perkembangan jiwa: kedewasaan emosional, empati, kemampuan membangun hubungan sehat, berpikir reflektif daripada reaktif, dan pemecahan masalah efektif. Studi ini juga menunjukkan bagaimana komunikasi berkecerdasan emosional dapat menjadi strategi efektif untuk memulihkan dan memperkuat aspek-aspek perkembangan jiwa mahasiswa.

Temuan menawarkan implikasi praktis untuk layanan konseling kampus, pembuatan kebijakan, dan intervensi berbasis keluarga.Soul stunting yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat berkembang menjadi kelemahan emosional dan sosial yang berkelanjutan.Pengembangan kecerdasan emosional melalui komunikasi yang berbasis pengetahuan tacit dan kebijaksanaan emosional sangat penting untuk mencegah soul stunting.Pendekatan konseling yang berbasis pada pengamatan alami dan intervensi emosional dapat menjadi solusi efektif untuk membantu mahasiswa mencapai kedewasaan emosional yang seimbang.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program konseling berbasis teknologi digital untuk meningkatkan kesadaran emosional mahasiswa, terutama di lingkungan yang cenderung kolektivis. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang peran kepemimpinan emosional dosen dalam membangun suasana akademik yang aman secara emosional, yang mampu mencegah soul stunting melalui interaksi rutin dan bimbingan yang empatik. Terakhir, penelitian bisa menggali hubungan antara pola asuh keluarga yang demokratis dan keberhasilan akademik mahasiswa, dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memperkuat bukti empiris.

  1. Soul Stunting in Higher Education: Four Case Narratives from the Campus Counseling Room in Indonesia... doi.org/10.35898/ghmj-831270Soul Stunting in Higher Education Four Case Narratives from the Campus Counseling Room in Indonesia doi 10 35898 ghmj 831270
  2. A Decade of Growth: From Social Media to Academic Friendship | GHMJ (Global Health Management Journal).... doi.org/10.35898/ghmj-821256A Decade of Growth From Social Media to Academic Friendship GHMJ Global Health Management Journal doi 10 35898 ghmj 821256
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0054346APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0054346
Read online
File size180.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test