POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)Abstrak: Dysmenorrhea merupakan masalah ginekologis yang umum di kalangan remaja putri, sering dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yang dapat diubah seperti diet, kualitas tidur, dan status gizi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan konsumsi makanan ringan, kualitas tidur, dan status gizi dengan dysmenorrhea pada siswi perempuan. Metode: Studi potong lintas dilakukan pada 169 siswi perempuan di SMKN 1 Palu, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang valid: Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi makanan ringan, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan BMI-for-age untuk status gizi. Keparahan dysmenorrhea dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Spearman. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa kualitas tidur buruk secara signifikan berkorelasi dengan dysmenorrhea (p = 0.038), sementara konsumsi makanan ringan (p = 0.646) dan status gizi (p = 0.426) tidak menunjukkan korelasi signifikan. Kesimpulan: Kualitas tidur muncul sebagai determinan yang dapat diubah untuk dysmenorrhea, menunjukkan bahwa meningkatkan kebersihan tidur dapat membantu mengurangi rasa sakit menstruasi pada remaja. Strategi promosi kesehatan terpadu yang menggabungkan pendidikan tidur dan nutrisi seimbang direkomendasikan untuk program kesehatan reproduksi remaja.
Kualitas tidur muncul sebagai determinan yang dapat diubah untuk dysmenorrhea, menunjukkan bahwa meningkatkan kebersihan tidur dapat membantu mengurangi rasa sakit menstruasi pada remaja.Strategi promosi kesehatan terpadu yang menggabungkan pendidikan tidur dan nutrisi seimbang direkomendasikan untuk program kesehatan reproduksi remaja.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konsumsi makanan ringan terhadap intensitas dysmenorrhea melalui desain longitudinal. Selain itu, evaluasi efektivitas program edukasi tidur dalam mengurangi nyeri menstruasi pada remaja perlu dilakukan. Terakhir, studi tentang peran defisiensi nutrisi spesifik seperti vitamin E dan zinc terhadap keparahan dysmenorrhea dapat memberikan wawasan baru untuk intervensi kesehatan.
| File size | 348.9 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMJ PremiumUMJ Premium Metode: Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 JakartaMetode: Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan lingkar perut dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita usia produktif di Desa Idamgamlamo.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan lingkar perut dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita usia produktif di Desa Idamgamlamo.
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Hasil analisa bivariat menggunakan uji spearmank rank menunjukan p value < 𝛼 dan r < 1,00 dengan arah korelasinya positif artinya H0 ditolak maka terdapatHasil analisa bivariat menggunakan uji spearmank rank menunjukan p value < 𝛼 dan r < 1,00 dengan arah korelasinya positif artinya H0 ditolak maka terdapat
IJNMSIJNMS Meskipun ada peningkatan kualitas perawatan pranatal, insiden hipertensi gestasional terus meningkat. Penyebab pasti hipertensi gestasional masih tidakMeskipun ada peningkatan kualitas perawatan pranatal, insiden hipertensi gestasional terus meningkat. Penyebab pasti hipertensi gestasional masih tidak
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara obesitas dan stres dengan kejadian hipertensi. Tidak ditemukan hubungan antara merokok denganPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara obesitas dan stres dengan kejadian hipertensi. Tidak ditemukan hubungan antara merokok dengan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yaitu usia 10‑19 tahun. Pada masa ini terjadi kematangan reproduksi dengan munculnya tanda‑tandaRemaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yaitu usia 10‑19 tahun. Pada masa ini terjadi kematangan reproduksi dengan munculnya tanda‑tanda
JQWHJQWH Bengkulu merupakan salah satu wilayah yang berpotensi rawan terhadap bencana seperti gempa, tsunami, banjir, longsor, dan gelombang. Penelitian ini bertujuanBengkulu merupakan salah satu wilayah yang berpotensi rawan terhadap bencana seperti gempa, tsunami, banjir, longsor, dan gelombang. Penelitian ini bertujuan
UNTAGUNTAG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orangtua tentang pendidikan seksual pada anak GSA. Alat ukur ini adalah tes pengetahuan tentangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orangtua tentang pendidikan seksual pada anak GSA. Alat ukur ini adalah tes pengetahuan tentang
Useful /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Kedua variabel tersebut juga memberikan pengaruh positif dan signifikan langsung terhadap kinerja karyawan. Selain itu, pengaruh tersebut bersifat tidakKedua variabel tersebut juga memberikan pengaruh positif dan signifikan langsung terhadap kinerja karyawan. Selain itu, pengaruh tersebut bersifat tidak
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Its impacts are far-reaching, diminishing public trust, weakening political and economic stability, and hindering national development. Eradicating corruptionIts impacts are far-reaching, diminishing public trust, weakening political and economic stability, and hindering national development. Eradicating corruption
JQWHJQWH Hasil uji statistik didapatkan p value=0,000, artinya bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara perawatan menggunakan air rebusan daunHasil uji statistik didapatkan p value=0,000, artinya bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara perawatan menggunakan air rebusan daun
JQWHJQWH Analisis data yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalamiAnalisis data yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami