ISI DPSISI DPS

Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan TerbangunJurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun

Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi ditengah masyarakat. Stigma masyarakat masih menyeimuti isu soal kejiwaan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2018, Bali menduduki posisi nomor satu sebagai Provinsi yang memiliki prevalensi tertinggi gangguan jiwa skizofrenia, yakni, berada di angka 11 persen (per mil). Luh Ketut Suryani yang merupakan salah satu psikiater aktif dalam pergerakan isu kesehatan mental mengatakan bahwa faktor pemicu gangguan jiwa di Bali tidak selalu mengenai genetik, namun terdapat faktor lainnya yakni seperti pendidikan. Seandainya masyarakat bisa lebih paham mengenai kesehatan mental, maka setidaknya dapat menekan angka jumah penderita gangguan mental di Bali. Oleh hal itu, penulis merancang interior bus Dharma Dhyana sebagai solusi untuk menunjang kesehatan mental di masyarakat Bali dengan upaya pencegahan dan penyembuhan. Design Thinking oleh Tim Brown (2008), yakni metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah, diterapkan dalam perancangan kasus ini melalui tahap inspirasi (inspiration), tahap ide (ideas), dan tahap penerapan (implementation). Berdasarkan skeanario aktivitas Bus Dharma Dhyana, fasilitas bus menghasilkan program utama yaitu penyuluhan sosial outdoor yang menjadi sarana edukasi mengenai kesehatan sosial, ruang konseling dan terapi sebagai upaya penyembuhan dengan metode soundhealing. Konsep “Anunada a Gending Gumi, yang bermakna “getaran hati, pikiran dan jiwa setiap mahluk hidup yang harmonis di alam semesta merupakan representasi dari tujuan fasilitas bus untuk menciptakan kesejahteraan melalui kesehatan mental. Portability design menjadi pilihan desainer untuk memfasilitasi masyarakat dengan cepat dan merata.

Portability design dipilih untuk menyediakan layanan kesehatan mental yang cepat, mudah diakses, namun satu bus saja tidak cukup untuk menjangkau seluruh wilayah.diperlukan minimal satu unit di setiap Kabupaten Bali (total 9 unit).Bus tersebut menyajikan program edukasi melalui ceramah sosial outdoor, serta konseling dan terapi soundhealing, dengan fasilitas outdoor fleksibel menggunakan sistem knockdown.Konsep “Anunada a Gending Gumi mengusung vibrasi harmonis sebagai landasan desain dan branding, guna meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat menilai efektivitas intervensi kesehatan mental berbasis bus terhadap perubahan indikator kesehatan mental masyarakat di masing‑masing Kabupaten Bali, dengan pendekatan survei longitudinal sebelum dan sesudah program berjalan. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi integrasi platform telehealth digital pada layanan bus untuk meningkatkan kontinuitas perawatan, misalnya dengan aplikasi mobile yang menyediakan konsultasi jarak jauh dan materi edukasi interaktif. Terakhir, penelitian kualitatif dapat menginvestigasi tingkat penerimaan budaya dan pengalaman pengguna terhadap konsep “Anunada a Gending Gumi serta desain interior bus di kalangan berbagai kelompok usia, gender, dan latar belakang sosial, untuk menyesuaikan strategi komunikasi dan desain yang lebih inklusif.

  1. PERAN WARNA PADA INTERIOR RUMAH SAKIT UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN DALAM KAITANNYA PENYEMBUHAN PASIEN RAWAT... doi.org/10.21831/imaji.v7i1.6642PERAN WARNA PADA INTERIOR RUMAH SAKIT UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN DALAM KAITANNYA PENYEMBUHAN PASIEN RAWAT doi 10 21831 imaji v7i1 6642
  2. INTEGRASI HUKUM ISLAM DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA: EVOLUSI DAN DINAMIKA SOSIAL-POLITIK | Al Amin : Jurnal... jurnal.stitalamin.ac.id/index.php/alamin/article/view/6INTEGRASI HUKUM ISLAM DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA EVOLUSI DAN DINAMIKA SOSIAL POLITIK Al Amin Jurnal jurnal stitalamin ac index php alamin article view 6
Read online
File size837.91 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test