PELITABANGSAPELITABANGSA

Pelita TeknologiPelita Teknologi

Blue carbon refers to carbon stored in coastal and marine ecosystems such as mangroves, seagrass meadows, and salt marshes, which play an important role in climate change mitigation. This study aims to assess the potential for blue carbon development in the coastal area of Gunung Kidul Regency, which is dominated by karst landforms. The methods used include a review of literature related to blue carbon potential in Indonesia and field observations carried out at six coastal sites. The results show that the blue carbon potential in this area is limited due to physical characteristics such as steep karst cliffs and the absence of mangroves, salt marshes, and seagrass ecosystems caused by unsuitable coastal morphology. However, coastal vegetation such as Pandanus tectorius and Casuarina equisetifolia demonstrates relatively high carbon storage capacity and may serve as alternatives for local blue carbon strategies. These findings indicate that blue carbon development efforts in Gunung Kidul should focus on optimizing coastal vegetation adapted to the physical environment. In conclusion, although the limited presence of typical blue carbon ecosystems reduces the regions storage capacity, opportunities still exist through enhancing the role of resilient coastal vegetation as part of ecosystem-based climate mitigation solutions.

Meskipun keberadaan ekosistem karbon biru khas yang terbatas mengurangi kapasitas penyimpanan wilayah, peluang tetap ada melalui peningkatan peran vegetasi pesisir yang tangguh sebagai bagian dari solusi mitigasi iklim berbasis ekosistem.Penelitian ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan karbon biru di pesisir Kabupaten Gunung Kidul relatif terbatas karena kondisi geomorfologi khas berupa tebing karst curam, substrat tipis, serta minimnya sedimen.Namun demikian, analisis di enam lokasi pengamatan memperlihatkan adanya variasi potensi, di mana pantai berpasir dengan tutupan vegetasi relatif rapat menunjukkan kapasitas penyimpanan karbon yang lebih tinggi dibandingkan pantai berbatu karst yang miskin vegetasi.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi pengembangan karbon biru di pesisir karst Gunung Kidul. Pertama, perlu dilakukan studi kuantitatif mengenai seberapa besar karbon yang tersimpan dalam biomassa dan serasah vegetasi pantai lokal seperti pandan laut dan cemara laut, termasuk analisis umur pohon dan tingkat pertumbuhan untuk memperkirakan laju penyerapan karbon. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi jenis tanah yang paling mendukung pertumbuhan vegetasi adaptif, serta pengembangan teknik ameliorasi tanah yang efektif untuk meningkatkan kesuburan dan kapasitas penyimpanan karbon. Ketiga, penting untuk mengkaji peran partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan vegetasi pesisir, termasuk pengembangan model pengelolaan berbasis komunitas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Read online
File size390.15 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test