ITSMITSM

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa KKN Institut Teknologi dan Sains Mandala mengadakan kegiatan pemanfaatan jamur tiram sebagai bahan baku pembuatan kerupuk di wilayah Umbulrejo, Kabupaten Banyuwangi, sebagai upaya pengembangan produk olahan pangan berbasis potensi lokal. Jamur tiram memiliki nilai gizi tinggi serta cita rasa yang khas, sehingga sangat potensial untuk dijadikan alternatif bahan dasar camilan sehat. Melalui pendampingan kepada pelaku UMKM, dilakukan pelatihan mulai dari proses produksi kerupuk jamur, perbaikan kualitas rasa dan tekstur, hingga pengemasan dan pemasaran produk. Inovasi ini mendapat respon positif dari masyarakat karena menghasilkan kerupuk dengan rasa gurih, renyah, dan tidak amis. Selain meningkatkan nilai jual jamur tiram, program ini juga membuka peluang kolaborasi usaha dan memperkuat identitas produk lokal melalui penciptaan merek dan desain kemasan menarik. Dengan demikian, pemanfaatan jamur tiram sebagai kerupuk di UMKM Umbulrejo menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan sektor UMKM di daerah Umbulrejo.

Berdasarkan hasil pelaksanaan program kerja produksi kerupuk jamur tiram, dapat disimpulkan bahwa.pertama, proses produksi kerupuk jamur tiram relatif sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja.Kedua, berdasarkan hasil uji penilaian dan tanggapan masyarakat, kerupuk jamur dinilai sebagai produk yang unik namun memiliki cita rasa yang tidak kalah dibandingkan dengan kerupuk lainnya.Ketiga, kerupuk jamur tiram merupakan produk yang layak untuk dikembangkan lebih lanjut karena mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Berdasarkan latar belakang mengenai potensi jamur tiram yang belum termanfaatkan secara optimal, metode produksi yang masih sederhana, dan hasil penelitian yang menunjukkan potensi pasar kerupuk jamur, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variasi resep kerupuk jamur dengan menambahkan bahan-bahan lain seperti rempah-rempah atau sayuran lokal untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi. Kedua, penelitian tentang optimalisasi proses pengeringan dan pengemasan kerupuk jamur perlu dilakukan untuk memperpanjang umur simpan produk dan menjaga kualitasnya selama penyimpanan dan distribusi. Ketiga, penelitian mengenai analisis ekonomi dan pemasaran kerupuk jamur secara lebih mendalam dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai potensi keuntungan dan strategi pemasaran yang efektif, sehingga dapat membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Read online
File size234.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test