ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Gelar: Jurnal Seni BudayaGelar: Jurnal Seni Budaya

Batik Surakarta dan Yogyakarta memiliki ciri khas masing‑masing; Surakarta dikenal dengan latar berwarna kuning‑coklat, sedangkan Yogyakarta berlatarkan putih bersih. Pada masa lampau, motif batik tidak hanya diproduksi untuk keindahan visual, melainkan juga mengandung makna filosofis yang selaras dengan nilai‑nilai kehidupan. Perubahan desain batik kini dipengaruhi oleh faktor estetika, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, dan politik, sehingga terjadi pergeseran fungsi dan penampilan motif dari konteks sakral ke pasar konsumen modern.

Desain batik Surakarta dan Yogyakarta dipengaruhi oleh enam dimensi utama.estetika, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi.Agar desain batik tetap mencerminkan identitas psikologis Indonesia, perlu ditanamkan elemen local genius yang menonjolkan kekhasan budaya setempat.Upaya pelestarian, penggalian, pengembangan, dan penciptaan menjadi strategi penting untuk mengangkat desain batik ke panggung internasional.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, seperti desain berbasis komputer dan pencetakan otomatis, memengaruhi inovasi motif batik tradisional di Surakarta dan Yogyakarta, serta implikasinya terhadap nilai estetika dan keberlanjutan warisan budaya. Selain itu, studi empiris mengenai persepsi konsumen urban terhadap motif batik tradisional versus modern dapat memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang memotivasi pilihan pembelian, sehingga membantu perancang menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Selanjutnya, analisis kebijakan pemerintah dan peran lembaga budaya dalam melindungi keaslian batik dapat mengidentifikasi mekanisme yang efektif untuk menjaga autentisitas sekaligus mendukung perkembangan industri kreatif batik pada tingkat nasional dan internasional.

Read online
File size923.91 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test