UMSRAPPANGUMSRAPPANG

JIA: Jurnal Ilmiah AdministrasiJIA: Jurnal Ilmiah Administrasi

Perjalanan Muhammadiyah lebih dari satu abad telah melewati berbagai dinamika dalam berdakwah. Sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dikenal dengan gerakan dakwah Islam, pembaharuan agama, dan pemberdayaan masyarakat sebagai sarana membangkitkan potensi dan kekuatan untuk mencerahkan umat Islam di Indonesia. Di tengah perkembangan masyarakat yang terbagi karena perbedaan budaya, Muhammadiyah hadir sebagai kebutuhan untuk menghadapi tuntutan zaman dan tantangan keummatan. Muhammadiyah bukan hanya gerakan dakwah, tetapi juga gerakan sosial dan pendidikan yang menjadi organisasi dengan ikon modernisasi Islam. Muhammadiyah melangkah selaras dengan ruang budaya, bergerak mencerahkan budaya lokal di era modern.

Setelah memperhatikan uraian mengenai istilah dan fungsi dakwah kultural di Muhammadiyah, dapat ditarik kesimpulan bahwa dakwah adalah kewajiban bagi setiap manusia khususnya umat Islam untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama atau menuntun menuju keadaan yang lebih baik.Dakwah bukan sekedar ajakan dan serua semata namun lebih dari ia adalah ibadah yang bernilai mulia di sisi Allah SWT.Fungsi dakwah adalah mengajak menuju kehidupan yang lebih baik di bawah naungan mardhatillah.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai metode dakwah kultural yang diterapkan oleh Muhammadiyah di berbagai daerah dengan karakteristik budaya yang berbeda. Hal ini penting untuk mengidentifikasi strategi dakwah yang paling sesuai dengan konteks lokal dan dapat meningkatkan pemahaman serta penerapan nilai-nilai Islam di masyarakat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran teknologi informasi dan komunikasi dalam memperluas jangkauan dakwah kultural Muhammadiyah, terutama di kalangan generasi muda. Dengan memanfaatkan platform digital, pesan-pesan dakwah dapat disebarkan secara lebih efektif dan menarik, sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara Muhammadiyah dengan berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi sosial lainnya, dalam upaya memperkuat sinergi dakwah kultural. Kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di masyarakat.

Read online
File size183.89 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test