DAARULHUDADAARULHUDA

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu SosialSocius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

Perkembangan industri dan teknologi menuntut perusahaan memiliki SDM yang kompeten untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode SLR (systematic literature review) dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menafsirkan seluruh penelitian yang relevan dengan topik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali peran dari HRD, HRM, dan IR dalam membangun kinerja organisasi yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukan Integrasi HRM, HRD, dan IR mampu membentuk fondasi strategis bagi kinerja organisasi yang berkelanjutan. HRM menyediakan arah strategis dan inovasi, HRD mengembangkan kompetensi dan adaptabilitas, sedangkan IR menjaga stabilitas sosial dan produktivitas. Sinergi ketiganya menghasilkan organisasi yang kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan, di mana keberlanjutan ditopang oleh kualitas tata kelola sumber daya manusia. Temuan penelitian mengintegrasikan HRM, HRD, dan IR berpotensi menjadi model manajemen SDM yang mendukung efisiensi sekaligus keberlanjutan sosial, inovasi, dan daya saing jangka panjang organisasi melalui implementasi dan penelitian lebih lanjut.

Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM), Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD), dan Hubungan Industrial (IR) membentuk fondasi strategis bagi kinerja organisasi yang berkelanjutan.HRM berperan dalam penyelarasan strategis dan pengembangan kapabilitas organisasi, HRD memperkuat kompetensi dan inovasi tenaga kerja, sementara IR menjaga stabilitas sosial dan produktivitas melalui hubungan kerja yang harmonis.Sinergi ketiga elemen tersebut menciptakan ekosistem tata kelola SDM yang mendorong organisasi menjadi lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan secara komprehensif.

Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi HRM, HRD, dan IR berfungsi dalam sektor informal di negara berkembang, mengingat karakteristik ketenagakerjaan yang unik dan minimnya struktur formal hubungan industrial. Kedua, penting untuk mengkaji peran sistem HR digital dalam memperkuat sinergi ketiga fungsi tersebut, terutama dalam konteks adaptasi pasca-pandemi dan transformasi industri 4.0 yang membutuhkan respons cepat dan fleksibel. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif lintas negara untuk memahami bagaimana konteks budaya dan kelembagaan memengaruhi efektivitas model integratif ini, terutama antara negara dengan sistem hubungan industrial sentralisasi versus desentralisasi. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperluas cakupan sektoral, teknologi, dan konteks sosial politik yang beragam. Pendekatan kuantitatif bisa digunakan untuk mengukur dampak langsung, sementara pendekatan kualitatif akan membantu mengungkap dinamika proses di lapangan. Hasilnya diharapkan memberikan model yang lebih inklusif dan adaptif bagi organisasi di berbagai latar belakang. Dengan demikian, pengembangan model tata kelola SDM berkelanjutan bisa lebih relevan dan aplikatif secara global.

Read online
File size661.37 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test