STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR

Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi IslamAl-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam

Student Centered Learning (SCL) saat ini diyakini oleh para peneliti dan para tenaga pengajar sebagai pendekatan pembelajaran yang tepat dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun demikian, apakah SCL cocok untuk semua mata pelajaran. Apakah SCL cocok untuk mata pelajaran Kajian Kitab Kuning? Apa tantangan yang dihadapi oleh para asatidz dan santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi ketika menjalankan SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam mengatasi tantangan dimaksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, ada dua jenis data yang akan digunakan yakni data observasional, dan data dokumen dan artefak. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah kajian leterasi, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis naratif, dan analisis konten. Berikut langkah-langkahnya: pengumpulan data, transkripsi data, reduksi data (pengkodean), identifikasi tema, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. SCL bisa digunakan pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning, walaupun masih terdapat beberapa tantangan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Pada saat ini penerapan SCL merupakan keniscayaan walaupun masih terdapat beberapa kendala. Dalam pelaksanaanya masih terdapat dua karakteristik SCL yang belum terpenuhi; Pertama. Kebebasan siswa untuk memilih dan menentukan tema yang akan dipelajari, termasuk cara penyampaiannya. Pada kenyataannya siswa masih belum bisa menentukan tema secara mandiri. Kedua. Tema bersifat optional, bukan keharusan, sehingga guru dan siswa tidak hanya terpaku pada materi yang ada, tapi dapat mengembangkannya secara kreatif. Pada kenyataannya tema masih ditentukan oleh guru (sekolah). Kedua masalah ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi pihak guru dan sekolah.

Student Centered Learning (SCL) dapat diterapkan pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning dan menjadi suatu keharusan pada era Society 5.0, meskipun masih terdapat dua karakteristik yang belum terpenuhi, yaitu kebebasan siswa dalam menentukan tema belajar secara mandiri serta sifat optional tema yang masih ditentukan oleh guru.Tantangan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi guru dan pesantren untuk mengembangkan kebebasan dan kreativitas santri.Meskipun demikian, penerapan SCL tetap relevan dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Kitab Kuning dibandingkan pendekatan tradisional TCL.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan aplikasi digital interaktif dapat meningkatkan kebebasan dan kemandirian santri dalam menerapkan Student Centered Learning pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning, serta mengukur dampaknya terhadap motivasi belajar. Selanjutnya, studi komparatif antara model pembelajaran campuran yang menggabungkan pendekatan SCL dengan metode tradisional sorogan dan bandongan dapat diadakan untuk mengetahui kontribusinya dalam memperbaiki pemahaman tata bahasa Arab (nahwu dan shorof) pada santri. Terakhir, penelitian mengenai program peer‑mentoring antar santri dapat mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi sifat introvert serta meningkatkan partisipasi aktif dalam diskusi kelas, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif. Dengan demikian, hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan pesantren yang lebih adaptif terhadap era Society 5.0 dan mendukung pengembangan kompetensi kritis santri.

  1. DOI Name 10.55623 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 40z crossref email support... doi.org/10.55623DOI Name 10 55623 Values doi name values index type timestamp data hs serv 40z crossref email support doi 10 55623
Read online
File size362.49 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test