UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Panah HukumJurnal Panah Hukum

Penerapan kompensasi kepada mereka yang dirugikan oleh kejahatan persetubuhan adalah perlindungan yang perlu diberikan kepada korban kejahatan karena merupakan tanggung jawab pelaku terhadap korban. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan restitusi kepada anak sebagai korban persetubuhan.

Penerapan restitusi kepada anak sebagai korban tindak pidana persetubuhan pada prinsipnya sangat diperlukan demi perlindungan hak korban hal itu sesuai dengan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi dan Bantuan kepada Saksi dan Korban, yang seharusnya diterapkan kepada si pelaku bukan terhadap negara atau pihak lain.Dalam penerapan restitusi perlu secara tegas dinyatakan harus dibebankan kepada pelaku.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada peraturan Mahkamah Agung yang memberikan keringanan hukuman bagi individu yang melakukan kejahatan finansial dan tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi restitusinya. Selain itu, perlu ada mekanisme yang jelas dalam penerapan restitusi, termasuk peran pihak ketiga yang bersedia menanggung jumlah kompensasi. Terakhir, penting untuk memastikan bahwa restitusi diberikan secara eksplisit kepada pelaku, bukan kepada negara atau pihak lain.

  1. Relationship Student Learning Interest To The Learning Outcomes Of Natural Sciences | International Journal... doi.org/10.51601/ijersc.v4i2.614Relationship Student Learning Interest To The Learning Outcomes Of Natural Sciences International Journal doi 10 51601 ijersc v4i2 614
Read online
File size366.95 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test