UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Saat ini, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai menerima banyak tuntutan, mulai dari tuntutan standar kurikulum nasional yang selalu berubah ubah, tuntutan lingkungan, tuntutan dari orangtua serta tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga bermunculan faham-faham idealis yang dapat menghilangkan hakikat dan prinsip dasar pendidikan pada anak usia dini. Salah satu fungsi sekolah yaitu, mengajarkan nilai-nilai kebudayaan agar tetap sesuai dengan masyarakat yang semakin maju dan komplek dengan tidak meninggalkan kultur kebudayaan. Sekolah mempunyai peranan besar dalam menjaga eksistensi nilai-nilai luhur tersebut. Metode yang digunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan statistik dan banyak menggunakan logika hipotetika verifikatif. Pendekatan dimulai dengan berpikir deduktif untuk menurunkan hipotesis, kemudian melakukan pengujian di lapangan, sedangkan hipotesis ditarik berdasarkan data empiris. Untuk membangun nilai-nilai kearifan lokal sejak dini kepada anak-anak, dimulai dengan pengenalan dan pembiasanaan perilaku sehari-hari itupun sudah menjadi bagian dari internalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya melaksanakan pendidikan berbasis keunggulan lokal.

Pelaksanaan nilai-nilai kearifan lokal terhadap pola pengasuhan anak usia dini terdapat dampak yang positif, sehingga dapat disimpulkan.Masyarakat dalam hal ini lembaga PAUD lebih intensif dalam pelaksanaannya, sehingga diperlukan pelatihan kepada guru-guru agar lebih tercerahkan dalam membangun nilai-nilai kearifan lokal terhadap pola pengasuhan anak usia dini dengan memperluas dan memperkuat kerjasama lembaga PAUD bersama orangtua serta lingkungan sekitar agar lebih bersinergi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kearifan lokal pada anak usia dini di daerah pedesaan dengan pendekatan kualitatif untuk memahami konteks budaya secara mendalam. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara pola pengasuhan di lingkungan perkotaan dan pedesaan untuk melihat perbedaan implementasi kearifan lokal. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi integrasi teknologi dalam menyampaikan nilai kearifan lokal kepada anak usia dini, misalnya melalui media interaktif atau aplikasi edukatif. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperkaya wawasan tentang kearifan lokal dan memastikan pendidikan anak usia dini tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Read online
File size328.45 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test