UNTAG SMDUNTAG SMD

MOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGIMOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada pengaruh signifikan dari pola asuh permisif terhadap kecerdasan emosi pada siswa kelas 9 SMK Negeri Samarinda. Variabel independen adalah pola asuh permisif, sedangkan variabel dependen adalah kecerdasan emosi. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh pola asuh permisif terhadap kecerdasan emosi. Penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas 9 dan melibatkan 185 siswa SMK Negeri Samarinda. Teknik sampling yang digunakan adalah probabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari pola asuh permisif terhadap kecerdasan emosi dengan R2 = 0,023, dan p = 0,037 <0,05. Namun, koefisien korelatif menunjukkan korelasi negatif (R = -0,135), yang berarti kedua variabel memiliki hubungan terbalik (peningkatan pada satu variabel akan disertai penurunan pada variabel lainnya). Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pola asuh permisif, semakin rendah kecerdasan emosi pada siswa kelas 9 SMK Negeri Samarinda.

Berdasarkan hasil analisa correlation product moment pada pola asuh permisif dan kecerdasan emosi, diperoleh nilai R2 = 0,023 dan p = 0,037.Dimana nilai p = 0,037 < 0,05 berarti bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pola asuh permisif dengan kecerdasan emosi pada siswa Kelas X SMK Negeri 9 Samarinda.Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, didapatkan nilai R2 = 0.023, yang berarti bahwa didapatkan sumbangan efektif variabel Pola Asuh Permisif terhadap Kecerdasan Emosi sebesar 2,3% dan sisanya sebesar 97,7% terdapat pada variabel lain yang mempengaruhi kecerdasan emosi.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut beberapa saran yang dapat dipergunakan: 1. Bagi siswa, sebaiknya membina hubungan baik seperti bersahabat atau bergaul dengan orang tua, guru, dan teman sebaya, karena dengan adanya komunikasi yang baik dengan orang lain maka akan menciptakan sikap yang penuh dengan kehangatan dan dapat berempati serta dapat mengendalikan diri baik dalam segi sosial maupun emosional. 2. Bagi orangtua, disarankan untuk lebih dekat kepada anak dan memberikan aturan-aturan yang dapat diterima dan dipertanggung jawabkan oleh anak. 3. Bagi pihak sekolah, mengembangkan parenting education program, yaitu suatu program pendidikan bagi orang tua untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkannya dalam memberikan pengasuhan berkualitas kepada anak-anaknya. Sehingga dari program tersebut diharapakan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan emosional remaja secara optimal. 4. Bagi peneliti selanjutnya, mengingat masih banyaknya kemungkinan faktor-faktor lain yang berkenaan dengan kecerdasan emosi pada remaja, selain pola asuh yang diterapkan orang tua. Maka diharapkan peneliti selanjutnya bisa dapat meneliti kecerdasan emosi yang dikaitkan dengan variabel lain seperti dari segi jenis kelamin, bimbingan guru, interaksi teman sebaya, perbedaan etnis, saudara kandung, tayangan televisi, tingkat ekonomi, dan lain sebagainya.

Read online
File size124.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test