IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO

The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious Diseases

Latar belakang: Kandungan kimia daun kelor (M.oleifera) menunjukan sifat antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif dengan menghambat sintesis dan metabolisme DNA serta menghancurkan dinding sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi kemampuan ekstrak daun M.oleifera sebagai antiseptik terhadap E. coli dan S. pyogenes. Metode: Uji percentage kill dilakukan untuk mengetahui persentase kematian bakteri setelah kontak dengan M. oleifera pada menit ke 1, 2 dan 5. Variabel yang digunakan yaitu kontrol dan perlakuan yang dilakukan secara bersamaan. Uji dinyatakan memenuhi standar bila memberikan hasil ≥90% untuk setiap waktu kontak. Hasil: Uji terhadap E. coli pada menit ke 1, 2 dan 5 menunjukkan hasil masing-masing 93.41%, 94.14%, dan 96.87%, sedangkan terhadap S. pyogenes masing-masing 73.27%, 83.15% dan 94.19%. Terhadap S. pyogenes pada menit ke-5 memenuhi standar. Kesimpulan: M. oleifera efektif mengeliminasi E. coli karena nilai percentage kill untuk semua waktu kontak ≥90% dengan nilai tertinggi pada menit ke-5 (96.87%), sedangkan terhadap S. pyogenes ekstrak daun M. oleifera menunjukkan aktifitas mikroba yang baik pada waktu kontak 5 menit (94.19%).

Moringa oleifera efektif mengeliminasi Escherichia coli karena nilai percentage kill untuk semua waktu kontak ≥90% dengan nilai tertinggi pada menit ke-5 (96.87%), sedangkan terhadap Streptococcus pyogenes, ekstrak daun Moringa oleifera menunjukkan aktivitas mikroba yang baik pada waktu kontak 5 menit (94.Hasil ini mengindikasikan potensi Moringa oleifera sebagai agen antiseptik alami yang efektif melawan bakteri patogen tersebut.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi dan mengeksplorasi mekanisme aksi lengkapnya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak Moringa oleifera yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakterinya, sehingga dapat dilakukan isolasi dan pengembangan senyawa tersebut menjadi obat antiseptik yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas ekstrak Moringa oleifera dalam kombinasi dengan antibiotik konvensional untuk melihat potensi sinergisme dan mengurangi resistensi bakteri. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi formulasi yang optimal dari ekstrak Moringa oleifera, seperti penggunaan nanopartikel atau enkapsulasi, untuk meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efektivitasnya sebagai antiseptik.

Read online
File size177.55 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test