PDGIPDGI
Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk melaporkan temuan morfologi prosesus styloid pada pasien dengan gangguan sendi temporomandibula (TMD). Seorang pasien perempuan berusia 22 tahun datang ke instalasi radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad Bandung untuk pemeriksaan Cone Beam Computed Tomography – 3 Dimension (CBCT-3D) dengan diagnosis klinis TMD. Hasil pemeriksaan CBCT-3D menunjukkan perubahan bentuk dan posisi kepala kondilus kanan dan kiri. Panjang prosesus styloid dari gambaran sagital sisi kanan sekitar 34,0 mm dan sisi kiri sekitar 35,0 mm. Tipe elongasi prosesus styloid menurut Langlais et al. pada sisi kanan dan kiri adalah elongated (tipe I). Pada pasien ini terjadi elongasi prosesus styloid bilateral dengan tipe elongasi yang sama antara sisi kanan dan kiri. Angulasi prosesus styloid sisi kanan dari gambaran koronal adalah sekitar 68,6° dan sisi kiri 55,9°. Bentuk prosesus styloid sisi kanan dari gambaran aksial pada dasar temporal adalah lonjong, bagian tengah iregular dan bagian ujung bulat, sedangkan bentuk prosesus styloid sisi kiri pada dasar temporal adalah lonjong, bagian tengah lonjong dan bagian ujung bulat.
Gangguan sendi temporomandibula (TMD) dapat menyebabkan kelainan berupa elongasi pada prosesus styloid.CBCT-3D merupakan modalitas diagnostik yang efektif untuk evaluasi panjang prosesus styloid.Gambaran prosesus styloid dapat bervariasi, mulai dari halus dengan kortikasi yang baik hingga padat dengan kontur yang tidak teratur.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara derajat elongasi prosesus styloid dengan tingkat keparahan gejala klinis pada pasien dengan gangguan sendi temporomandibula (TMD). Studi komparatif yang melibatkan pemeriksaan radiografi konvensional dan CBCT-3D perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas biaya dan manfaat masing-masing modalitas dalam mendiagnosis elongasi prosesus styloid. Selain itu, penelitian prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan elongasi prosesus styloid dan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien, termasuk evaluasi perubahan morfologi prosesus styloid seiring waktu dan hubungannya dengan perubahan klinis.
- Tampilan elongasi prosesus styloid pada pasien dengan gangguan sendi temporomandibula | Jurnal Radiologi... doi.org/10.32793/jrdi.v4i1.474Tampilan elongasi prosesus styloid pada pasien dengan gangguan sendi temporomandibula Jurnal Radiologi doi 10 32793 jrdi v4i1 474
- DOI Name 10.32793 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 43z crossref email support... doi.org/10.32793DOI Name 10 32793 Values doi name values index type timestamp data hs serv 43z crossref email support doi 10 32793
| File size | 589.87 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
UNARUNAR Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-care dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja UPTD puskesmas rawatTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-care dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja UPTD puskesmas rawat
UNARUNAR Penyebab kecelakaan kerja adalah situasi bahaya yang berkaitan dengan cara kerja, mesin, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, dan proses produksi. StudiPenyebab kecelakaan kerja adalah situasi bahaya yang berkaitan dengan cara kerja, mesin, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, dan proses produksi. Studi
PDGIPDGI Rata-rata MI daerah dentate (kanan 3,7443 ± 0,47927 mm dan kiri 3,7373 ± 0,41075 mm) lebih besar daripada MI daerah edentulous (kanan 2,4725 ± 0,48391Rata-rata MI daerah dentate (kanan 3,7443 ± 0,47927 mm dan kiri 3,7373 ± 0,41075 mm) lebih besar daripada MI daerah edentulous (kanan 2,4725 ± 0,48391
PDGIPDGI Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode pengambilan sampel cross sectional. Data penelitian adalah data primer denganMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode pengambilan sampel cross sectional. Data penelitian adalah data primer dengan
PDGIPDGI Radiografi panoramik menunjukkan kehilangan gigi molar kiri dan area radiointermediate ill-defined non-corticated di regio posterior kiri mandibula ±Radiografi panoramik menunjukkan kehilangan gigi molar kiri dan area radiointermediate ill-defined non-corticated di regio posterior kiri mandibula ±
PDGIPDGI Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi antara usia kronologis dan usia dentalis melalui gigi premolar 1 dan 2, baik rahang atas maupunHasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi antara usia kronologis dan usia dentalis melalui gigi premolar 1 dan 2, baik rahang atas maupun
PDGIPDGI Anomali jumlah gigi terdiri dari anadontia dan supernumerary teeth. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum prevalensi anomali jumlah gigiAnomali jumlah gigi terdiri dari anadontia dan supernumerary teeth. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum prevalensi anomali jumlah gigi
PDGIPDGI Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas tulang kortikal pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) melalui analisis radiomorfometrik menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas tulang kortikal pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) melalui analisis radiomorfometrik menggunakan
Useful /
UPDMUPDM Pencatatan manual umumnya digunakan oleh pelaku usaha dengan volume transaksi terbatas, sementara pencatatan digital digunakan sebagai alat bantu untukPencatatan manual umumnya digunakan oleh pelaku usaha dengan volume transaksi terbatas, sementara pencatatan digital digunakan sebagai alat bantu untuk
UPDMUPDM Berdasarkan kajian literatur sistematis, praktik manajemen laba di Indonesia selama periode 2020–2025 tetap berlangsung secara signifikan dan menunjukkanBerdasarkan kajian literatur sistematis, praktik manajemen laba di Indonesia selama periode 2020–2025 tetap berlangsung secara signifikan dan menunjukkan
UNARUNAR Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari, 38° C) akibat suatu proses ekstra kranial, biasanyaKejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari, 38° C) akibat suatu proses ekstra kranial, biasanya
UNARUNAR Penerapan K3 yang baik cenderung menghasilkan lebih sedikit kecelakaan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji Lambda yang mengindikasikan bahwa frekuensi penerapanPenerapan K3 yang baik cenderung menghasilkan lebih sedikit kecelakaan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji Lambda yang mengindikasikan bahwa frekuensi penerapan