UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

HIV merupakan masalah utama yang mengancam negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada tahun 2019 penderita HIV mencapai 50.282 dan AIDS sebanyak 7.036. Penularan HIV dari ibu ke anak menjadi penyebab tingginya prevalensi kejadian HIV pada orang dewasa dan anak-anak. Kelompok ibu rumah tangga terutama ibu hamil merupakan mayoritas penderita HIV/AIDS di Banyuwangi dengan presentase sebesar 21% pada tahun 2017. Untuk mengurangi terjadinya risiko penularan virus dari ibu ke anak dapat dilakukan melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi individu untuk memanfaatkan layanan VCT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial pada ibu hamil dengan perilaku memanfaatkan layanan VCT di Banyuwangi menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB). Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan (Banyuwangi, Singojuruh, dan Genteng) pada bulan Mei-November 2018. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berada di 3 kecamatan tersebut pada tahun 2018. Sampel ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling sebanyak 384 ibu hamil dengan instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji Chi-Square (α=5%). Hasil analisa didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05, hal ini berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial pada ibu hamil dengan perilaku memanfaatkan layanan VCT. Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar dalam pengambilan keputusan selanjutnya di bidang kesehatan, terutama dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dari ibu ke anak.

Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku pemanfaatan layanan VCT oleh ibu hamil di Banyuwangi.Peran suami merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pemanfaatan VCT oleh ibu hamil.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dari ibu ke anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai jenis dukungan sosial yang paling efektif dalam meningkatkan pemanfaatan layanan VCT oleh ibu hamil, misalnya dukungan emosional, informasional, atau instrumental. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran suami dan keluarga dalam memberikan dukungan sosial kepada ibu hamil, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat dukungan yang diberikan. Ketiga, studi intervensi berbasis komunitas dapat dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan sosial terhadap pemanfaatan layanan VCT, dengan melibatkan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan keluarga. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam memanfaatkan layanan VCT, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Banyuwangi, dapat ditingkatkan secara signifikan.

Read online
File size624.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test