UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Stunting in children under five is a serious global health problem, including in West Sumba Regency, Indonesia. Data from the West Sumba District Health Office shows that out of 100 toddlers, 12 are underweight, 30 are stunted, and 5 are obese. The stunting rate in West Sumba in 2018 also increased compared to 2016 and 2017, from 29.6% to 36.4% or 364 cases. This study aims to identify the relationship between ANC visits, Posyandu, and immunization with the incidence of stunting in toddlers in West Sumba Regency. This study used an analytical observational research design with a cross-sectional study type. Data were obtained through interviews with pregnant women and parents of children under five who actively participated in ANC visits, Posyandu, and immunization in the region. The calculation results show that the required sample size is 88. Data analysis involved a chi-square test to identify the relationship between ANC, Posyandu, and immunization visit variables and stunting incidence. The results showed that there was a significant relationship between ANC visits (p = 0.000), Posyandu (p = 0.000), and immunization (p = 0.000) with the incidence of stunting in toddlers in West Sumba Regency. Participation in ANC, Posyandu, and immunization visits plays an important role in reducing the risk of stunting in toddlers in West Sumba Regency.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kunjungan ANC, partisipasi Posyandu, dan status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Sumba Barat.Balita yang tidak mendapatkan kunjungan ANC, Posyandu, dan imunisasi memiliki risiko stunting yang lebih tinggi.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya program kesehatan masyarakat seperti imunisasi dalam upaya pencegahan stunting.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap stunting di Kabupaten Sumba Barat, seperti faktor sosial ekonomi, sanitasi, dan pola makan keluarga. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi masyarakat terkait stunting. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas intervensi gizi spesifik yang ditujukan untuk mengurangi stunting, seperti pemberian makanan tambahan atau suplementasi mikronutrien. Penelitian ini dapat menggunakan desain studi intervensi dengan kelompok kontrol untuk mengukur dampak intervensi secara lebih akurat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran kader kesehatan dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan ANC, Posyandu, dan imunisasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode campuran (mixed methods) untuk menggabungkan data kuantitatif tentang cakupan layanan dengan data kualitatif tentang pengalaman dan tantangan yang dihadapi kader kesehatan dalam memberikan layanan tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sumba Barat dan wilayah lain di Indonesia.

Read online
File size340.62 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test