UBTUBT

Jurnal Harpodon BorneoJurnal Harpodon Borneo

Caulerpa lentillifera atau dikenal dengan anggur laut adalah salah satu jenis rumput laut yang potensial untuk dikembangkan. Rumput laut jenis ini banyak digemari masyarakat dari dalam maupun luar negeri karena memiliki nilai ekonomis yang sangat penting, yaitu sebagai bahan makanan segar dan bahan untuk obat-obatan. Upaya dalam meningkatkan produksi C. lentillifera dapat dilakukan melalui rekayasa dengan penambahan pupuk dalam budidayanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk organik cair yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik bagi C. lentillifera. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari perendaman pupuk organik cair (POC) dengan dosis P0 (0 ml/L), P1 (1,5 ml/L), P2 (2,5 ml/L), dan P3 (3,5 ml/L), dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam one way (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis statistik ANOVA diketahui bahwa pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan berat kering C. lentillifera. Dosis terbaik ditunjukkan pada perlakuan perendaman pupuk 1,5 ml/L (P1), dengan nilai laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,27% dan nilai berat kering sebesar 1,70 gr, berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P <0,05). Dari segi kualitas, C. lentillifera yang direndam dengan pupuk cair 1,5 ml/L (P1), menghasilkan kandungan protein yang cukup tinggi sebesar 19,05%. Data kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan DO menunjukkan nilai yang masih dapat ditoleransi untuk pertumbuhan rumput laut C. lentillifera. Pengukuran kualitas air dalam penelitian ini meliputi suhu yang berkisar 26 -28 oC, salinitas berkisar 31-35 ppt, pH berkisar antara 6,83 -7,05, sedangkan DO berkisar antara 5,98 – 6,90 mg/L.

Pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan berat kering C.Perlakuan dengan dosis 1,5 ml/L (P1) menghasilkan pertumbuhan terbaik pada laju pertumbuhan spesifik dan berat kering.Dosis tersebut merupakan dosis optimal untuk mendukung pertumbuhan anggur laut dalam media terkontrol.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui efek jangka panjang pemberian pupuk organik cair terhadap kesehatan tanaman dan kestabilan kualitas air selama masa budidaya lebih dari 40 hari. Kedua, perlu kajian tentang kombinasi pupuk organik cair dengan pupuk dasar dalam dosis bervariasi untuk memahami sinergi nutrisi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas anggur laut secara optimal. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian mengenai respons fisiologis anggur laut terhadap fluktuasi salinitas dan suhu saat diberi perlakuan pupuk organik, guna mengidentifikasi batas toleransi lingkungan yang mendukung produktivitas budidaya di luar kondisi ideal.

Read online
File size197.21 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test