SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Ilmiah Manajemen dan AkuntansiJurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi

Analisis komparatif dari lima studi empiris mengungkapkan pola yang kompleks mengenai pengaruh kepemimpinan digital terhadap kinerja karyawan. Konsensus menunjukkan bahwa dalam konteks korporasi dan manufaktur, kepemimpinan digital memiliki efek positif yang signifikan, terutama ketika dimediasi oleh komitmen organisasi yang meningkat dan pemberdayaan karyawan. Namun, temuan ini tidak universal. Studi di sektor publik menunjukkan bahwa kepemimpinan digital tidak memiliki efek langsung yang signifikan, yang menunjukkan bahwa konteks birokrasi dan kesiapan organisasi adalah faktor pembatas yang kritis. Selain itu, efektivitasnya telah terbukti tergantung pada faktor kontingensi seperti literasi digital karyawan dan kualitas budaya digital organisasi, yang dapat berperan sebagai penguat atau penghambat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kesuksesan kepemimpinan digital sangat bergantung pada keselarasan antara kompetensi pemimpin, kemampuan digital bawahan, dan kesiapan budaya organisasi untuk transformasi.

Penelitian tentang kepemimpinan digital telah berkembang dari fokus dasar pada teknologi dan hasil yang dapat diukur menjadi pendekatan yang lebih canggih yang menyelidiki interaksi dan perilaku yang kompleks dari manusia dan organisasi.Kepemimpinan digital kini dipahami sebagai peningkatan kinerja karyawan melalui saluran psikologis seperti komitmen dan pemberdayaan.Hal ini tergantung pada konteks, seperti lingkungan organisasi dan bidang pekerjaan.Ada beberapa institusi sektor publik di mana hal itu tidak efektif.Selain itu, literasi digital karyawan adalah pendahulu yang vital, dan budaya digital memiliki efek moderasi yang dapat menjadi positif maupun negatif dalam hal peningkatan kinerja.Oleh karena itu, kepemimpinan digital sebaiknya dipahami sebagai pendekatan yang berpusat pada manusia yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan motivasi, kepercayaan, dan lingkungan yang aman secara psikologis untuk kinerja berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada penelitian longitudinal dan kausal untuk melampaui temuan korelatif, serta penelitian lintas budaya untuk menangkap perbedaan kontekstual, dan penelitian kualitatif tentang rutinitas kepemimpinan sehari-hari. Program pengembangan untuk praktisi harus bertujuan untuk menggabungkan kepemimpinan digital, transformasional, dan pemberdayaan. Organisasi juga harus membangun literasi digital dasar secara bersamaan di tingkat perusahaan dan membangun budaya digital yang berpusat pada manusia yang secara optimal mendukung dan memfasilitasi kolaborasi dan kesejahteraan. Penilaian diagnostik kesiapan organisasi sangat penting sebelum mengambil tindakan untuk memastikan keselarasan kontekstual dan mengoptimalkan pengembalian inisiatif kepemimpinan digital.

  1. Employee Innovation Behavior in Health Care | Atlantis Press. employee innovation behavior health care... doi.org/10.2991/aebmr.k.200915.008Employee Innovation Behavior in Health Care Atlantis Press employee innovation behavior health care doi 10 2991 aebmr k 200915 008
  2. Pengaruh Transformational Leadership, Empowering Leadership Dan Digital Leadership Terhadap Kinerja Karyawan... stiemuttaqien.ac.id/ojs/index.php/OJS/article/view/1413Pengaruh Transformational Leadership Empowering Leadership Dan Digital Leadership Terhadap Kinerja Karyawan stiemuttaqien ac ojs index php OJS article view 1413
  3. Peran Kepemimpinan Digital Dalam Era Digital | Journal of Information System, Applied, Management, Accounting... journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/jisamar/article/view/720Peran Kepemimpinan Digital Dalam Era Digital Journal of Information System Applied Management Accounting journal stmikjayakarta ac index php jisamar article view 720
Read online
File size399.18 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test