UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA

JAITS: JOURNAL OF APPLIED INFORMATION TECHNOLOGY SOLUTIONJAITS: JOURNAL OF APPLIED INFORMATION TECHNOLOGY SOLUTION

Penggunaan teknologi IP CCTV berbasis jaringan nirkabel (wireless) menawarkan fleksibilitas tinggi dalam sistem keamanan modern. Namun, di PT Lima Dara Balikpapan, implementasi sistem ini menghadapi kendala instabilitas koneksi akibat penggunaan bandwidth yang bercampur dengan lalu lintas data operasional lainnya. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas video pemantauan, ditandai dengan tingginya delay dan packet loss. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jaringan dan mengimplementasikan manajemen bandwidth berbasis Quality of Service (QoS) menggunakan metode Simple Queue pada router MikroTik. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan mengukur parameter Throughput, Packet Loss, Delay, dan Jitter menggunakan perangkat lunak Wireshark, kemudian menganalisisnya berdasarkan standar TIPHON. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan QoS, kualitas jaringan berada pada kategori Sedang. Setelah penerapan metode Simple Queue, terjadi peningkatan kinerja yang signifikan di mana parameter Packet Loss turun mendekati 0% dan Delay menjadi lebih stabil, sehingga kualitas jaringan meningkat menjadi kategori Bagus. Hal ini membuktikan bahwa manajemen bandwidth efektif dalam menjamin kelancaran layanan CCTV nirkabel.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Quality of Service (QoS) menggunakan metode Simple Queue pada jaringan nirkabel di PT Lima Dara Balikpapan memberikan dampak positif signifikan terhadap kinerja layanan IP CCTV.Sebelum penerapan QoS, tingginya lalu lintas data menyebabkan packet loss dan delay yang tinggi, menurunkan kualitas pemantauan keamanan.Setelah implementasi Simple Queue, parameter kinerja jaringan mengalami perbaikan dan memenuhi standar kategori Bagus menurut indeks TIPHON, sehingga menjamin stabilitas sistem keamanan perusahaan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan perbandingan kinerja antara metode Simple Queue dengan metode antrean dinamis lainnya seperti Per Connection Queue (PCQ) atau Hierarchical Token Bucket (HTB) untuk menemukan konfigurasi yang paling optimal, terutama seiring dengan peningkatan jumlah kamera CCTV. Kedua, penting untuk menguji kinerja jaringan pada berbagai kondisi cuaca, mengingat jaringan nirkabel rentan terhadap gangguan lingkungan. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada integrasi sistem CCTV dengan teknologi analitik video berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respons terhadap potensi ancaman keamanan secara otomatis, serta mengukur dampak integrasi tersebut terhadap kebutuhan bandwidth dan kinerja jaringan secara keseluruhan.

  1. Virtual Local Area Network for Optimizing Network Performance using Simplified Form of Action Research... doi.org/10.30871/jaic.v9i4.10141Virtual Local Area Network for Optimizing Network Performance using Simplified Form of Action Research doi 10 30871 jaic v9i4 10141
  2. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)i. taara method processing network forensics event... doi.org/10.29207/resti.v7i2.4589Jurnal RESTI Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas i taara method processing network forensics event doi 10 29207 resti v7i2 4589
Read online
File size353.18 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test