MAHADEWAMAHADEWA

Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan SainsEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi komponen aktif pada ekstrak kasar rimpang jeringau, yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii penyebab penyakit busuk batang pada kacang tanah. Pengendalian yang dilakukan selama ini dengan pestisida sintetis berdampak negatif terhadap lingkungan maupun manusia. Hal ini tentu membutuhkan alternatif pengendalian lain yang lebih ramah lingkungan. Pestisida nabati bisa menjadi salah satu alternatif. Jeringau (Acorus calamus) bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Rimpang jeringau menurut Shenvi et al., (2011), mampu menghambat jamur Phytophthora capsici penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman lada. Pengujian fraksinasi dilakukan untuk mengetahui senyawa yang diduga bersifat antijamur. Hasil analisa menunjukkan ekstrak rimpang jeringau mengandung Triterpenoid/Steroid, Flavonoid, Alkaloid, Fenolat, dan Tannin. Hasil analisis KG-SM menunjukkan senyawa yang diduga bersifat antijamur terhadap S. rolfsii adalah Asarone. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jeringau mampu menghambat S. rolfsii dengan sangat kuat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar untuk penerapan rimpang jeringau di lapangan.

Kandungan senyawa kimia dalam ekstrak jeringau adalah triterpenoid/steroid, flavonoid, alkaloid, tannin dan fenolat.Senyawa aktif yang terdapat dalam ekstrak rimpang jeringau dan diduga berperan dalam menghambat pertumbuhan S.

Penelitian selanjutnya dapat (1) menguji efektivitas ekstrak rimpang jeringau dalam skala lapangan dengan membandingkan hasil pengendalian Sclerotium rolfsii pada berbagai jenis tanah dan iklim, serta menilai dampak terhadap produktivitas kacang tanah; (2) menyelidiki potensi sinergi antara asarone dan senyawa fitokimia lain yang terdapat pada tumbuhan lain untuk meningkatkan aktivitas antijamur tidak hanya terhadap S. rolfsii tetapi juga patogen tanah‑borne lainnya, melalui uji in vitro dan uji greenhouse; (3) merancang dan mengevaluasi formulasi berbasis nanoemulsi atau mikroencapsulasi yang dapat meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan penetrasi asarone ke jaringan tanaman, serta mengukur toksisitas lingkungan dan keamanan bagi non‑target organisme. Ketiga arah penelitian tersebut akan memperluas pemahaman tentang aplikabilitas, mekanisme kerja, dan keberlanjutan pestisida nabati berbasis jeringau, sehingga dapat menjadi alternatif yang praktis dan ramah lingkungan bagi petani.

Read online
File size179.76 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test