JOURNAL JPSJOURNAL JPS

Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and Sciences

Menurut World Health Organization (WHO), sirosis adalah perubahan struktur hati dari normal menjadi abnormal yang ditandai dengan fibrosis. Asites merupakan komplikasi tersering pada pasien sirosis hati dengan pemicu utama (75%) adalah hipertensi portal. Penanganan difokuskan pada pengeluaran cairan dari rongga perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan diuretik sebagai terapi asites pada pasien sirosis hati. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif dan deskriptif menggunakan metode time limit sampling pada pasien yang terdiagnosis sirosis dan asites yang mendapatkan diuretik di RSUD dr. Iskak Tulungagung selama bulan Januari-Desember 2022. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi rekam medis, lembar pengumpulan data, lembar data klinis, dan data laboratorium. Di antara 62 pasien, 16 (26%) menerima monoterapi spironolakton, 9 (14%) monoterapi furosemid, 21 (34%) terapi kombinasi, dan 16 (26%) menjalani pergantian regimen. Spironolakton, terutama dengan dosis 100 mg oral sekali sehari, baik tunggal maupun kombinasi dengan furosemid (40 mg intravena sekali sehari), merupakan regimen diuretik yang paling sering diresepkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terapeutik yang diterapkan dalam praktik klinis secara umum telah mengikuti rekomendasi pedoman AASLD.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diuretik untuk terapi asites pada pasien sirosis hepatik di RSUD Dr.Iskak Tulungagung didominasi oleh spironolactone dan furosemide, sejalan dengan rekomendasi panduan internasional.Regimen dosis yang paling umum adalah spironolactone 100 mg secara oral sekali sehari dan furosemide 40 mg secara intravena sekali sehari, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi.Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan terapeutik yang diterapkan dalam praktik klinis umumnya telah mengikuti rekomendasi panduan AASLD.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai kombinasi dosis diuretik dalam mencapai kontrol asites yang optimal dan meminimalkan efek samping pada pasien sirosis. Studi komparatif yang membandingkan penggunaan diuretik dengan modalitas terapi lain, seperti paracentesis berulang atau TIPS (Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt), dapat memberikan wawasan tentang pendekatan terapeutik yang paling efektif untuk pasien dengan asites refrakter. Selain itu, penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dengan pasien dan tenaga kesehatan dapat membantu mengidentifikasi hambatan dan fasilitator dalam implementasi panduan klinis terkait manajemen asites, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.

  1. Journal of Pharmaceutical and Sciences. journal sciences quick jump page content main navigation sidebar... doi.org/10.36490/journal-jps.comJournal of Pharmaceutical and Sciences journal sciences quick jump page content main navigation sidebar doi 10 36490 journal jps
  2. Study of Diuretic in Cirrhosis Hepatic Patients with Ascites Complication at dr Iskak Tulungagung General... doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i1.741Study of Diuretic in Cirrhosis Hepatic Patients with Ascites Complication at dr Iskak Tulungagung General doi 10 36490 journal jps v9i1 741
Read online
File size529.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test