UNTAG SMDUNTAG SMD

Jurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local WisdomJurnal Totem : Architecture, Environment, Region and Local Wisdom

Kampung Wisata Tenun merupakan salah satu wisata di Kota Samarinda yang memiliki potensi budaya dan perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian yaitu merencanakan Wisata Sentral Tenun sebagai kawasan wisata edukatif dilengkapi dengan sarana, prasarana dan fasilitas penunjang pariwisata. Dalam proses perencanaan Kawasan Wisata Sentral Tenun ada beberapa tahapan, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis dan tahap konsep pada perancangan bangunan. Pada konsep bangunan mengambil konsep modern berupa penggunaan material sechondary skin. Dari hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang dengan luas koefisien dasar bangunan 1.980,024 m2, luas koefisien dasar hijau 4.619,976 m2 dengan pembagian 62 ruangan dari 8 massa dengan konsep perencanaan menggabungkan konsep bangunan modern dengan unsur khas bugis, transformasi bentuk konsep subtraktif dengan bentuk massa memanjang, penerapan atap segitiga khas rumah adat suku bugis menambah konsep fasade pada bangunan dan untuk gubahan massa bangunan yaitu terpusat karena kegiatan utama berada pada bangunan galeri. Kampung tenun memiliki ciri khas pada sarungnya, menjadi ikon Samarinda yaitu corak Kamummu Hatta yang warna biru dikombinasikan dengan warna hitam.

Kawasan Wisata Tenun di Kawasan Kampung Tenun Samarinda merupakan sebagai penunjang tempat wisata di Kampung Tenun yang memiliki nilai sejarah yang sangat berharga.Namun kurangnya sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan seperti tidak tersedianya area parkir bagi wisatawan yang ingin berkunjung, tidak tersedianya pusat informasi mengenai Kampung Tenun, aksesbilitas air yaitu dermaga tudak memenuhi standar keamanan, kurangnya toilet umum bagi wisatawan, dan tidak tersedianya pedestrian bagi pengunjung maupun bagi masyarakat sekitar.Sehingga diharapkan pada Perencanaan Kawasan Wisata Sentral Tenun di Kawasan Kampung Tenun Samrainda mampu mengembang wisata Kampung Tenun yang ditunjang dengan sarana, prasarana dan aksesbilitas yang baik pada Kampung Tenun, selain itu memperkenalan nilai sejarah dan budaya Suku Wajo yang ada di Samarinda seberang ketingkat Nasional.Konsep dasar pada Kawasan Wisata Sentral Tenun di Kawasan Kampung Tenun ini dengan mengambil motif Tenun khas Samarinda sebagai filosopi warna pada bangunan dan mengambil salah satu bentuk ornamen rumah adat Suku Bugis Wajo sebagai bentuk fasade bangunan.

Untuk meningkatkan potensi wisata Kampung Tenun, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek sejarah dan budaya Suku Wajo. Perlu ada upaya untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya ini ke tingkat nasional. Selain itu, perencanaan kawasan wisata sentral tenun harus memperhatikan aspek aksesibilitas, seperti penyediaan area parkir, pusat informasi, dan pedestrian yang memadai. Konsep dasar yang diambil, yaitu motif tenun khas Samarinda sebagai filosopi warna pada bangunan dan bentuk ornamen rumah adat Suku Bugis Wajo sebagai fasade, dapat menjadi ciri khas dan identitas unik bagi kawasan wisata ini. Dengan demikian, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Read online
File size400.36 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test