UM SURABAYAUM SURABAYA

THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGISTTHE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan spesimen serum dan plasma Natrium Fluorida (NaF). Populasi yang digunakan adalah seluruh pasien yang datang untuk pemeriksaan glukosa darah di Laboratorium Klinik Medika Jayapura. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 67 (total populasi). Metode yang digunakan dalam pemeriksaan glukosa darah adalah metode enzimatik Glucose Oxidase (GOD-PAP). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, dari tanggal 1 April hingga 30 April 2017. Untuk membandingkan nilai antara spesimen serum dan plasma natrium fluorida (NaF), dilakukan analisis statistik menggunakan program Social Science Statistical Program (SPSS) for windows versi 21 dengan metode uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata 154,49 mg/dl pada spesimen serum dan 145,36 mg/dl pada spesimen plasma natrium fluorida (NaF). Hasil uji statistik kadar glukosa darah dengan spesimen serum dan plasma NaF menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dan diperoleh nilai signifikansi 0,196 yang berarti probabilitas >0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemeriksaan glukosa darah menggunakan spesimen serum dan plasma Natrium Fluorida (NaF).

Berdasarkan hasil penelitian perbandingan hasil pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan spesimen serum dan plasma natrium fluorida (NaF) dengan uji Mann–Whitney didapatkan nilai signifikansi 0,196 maka probabilitas >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai yang bermakna antara pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan spesimen serum dan plasma natrium fluorida (NaF).

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh waktu penundaan pengambilan sampel terhadap hasil pemeriksaan glukosa darah pada spesimen serum dan plasma NaF dengan rentang waktu yang lebih luas, misalnya hingga 24 jam, untuk mengetahui apakah terdapat titik waktu tertentu di mana perbedaan signifikan mulai muncul. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan membandingkan metode pemeriksaan glukosa darah yang berbeda, seperti metode enzimatik dan metode kimia, untuk melihat apakah terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara kedua metode tersebut pada spesimen serum dan plasma NaF. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada kelompok pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes gestasional atau pasien dengan gangguan fungsi ginjal, untuk melihat apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah yang lebih nyata antara spesimen serum dan plasma NaF pada kelompok pasien tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi pemeriksaan glukosa darah dan membantu meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium klinik.

Read online
File size513.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test