ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Tujuan agar penciptaan koleksi karya dapat bermanfaat memberikan kontribusi terhadap generasi muda serta memberikan edukasi yang berbasis budaya Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu estetika dari Clive Bell dan William Morris serta pendekatan seni ekologis berkelanjutan. Temuan dalam penciptaan ini adalah koleksi karya seni berjudul Amreta Ing Huma. Koleksi dengan judul Amreta Ing Huma diartikan sebagai air kehidupan di sawah merupakan penciptaan karya seni berbasis seni ekologis (ecological art). Koleksi karya seni Amreta Ing Huma mewakili imaji seni dengan ide pemantik fenomena degradasi lingkungan dan seni hidroponik, terimplementasi dengan penggunaan material limbah kaca bening dan limbah kaca botol wine berwarna hijau, material keramik dengan teknik glasir, tanaman microgreens, tanaman herbal semusim serta berbabagi medium tanam pada seni hidroponik atau soilless culture. Koleksi karya seni Amreta Ing Huma diartikan sebagai sesuatu yang memicu emosi estetis berdasarkan susunan formalnya dan mengisi ruang imajinasi personal bagi audiens atau pemirsa selain ditelaah secara formalis. Ketika seseorang menikmati karya seni Amreta Ing Huma hanya mampu mengapresiasi dimensi formal karya tersebut selama beberapa menit saja. Selebihnya pemirsa cenderung melayang dalam imajinasi personalnya tentang kesan psikologis karya seni “air kehidupan di sawah.

Penulis memilih konsep seni ekologis berbasis limbah kaca upcycled dan keramik, yang dinamai Amreta Ing Huma, untuk merepresentasikan interaksi antara pemangku kepentingan, pelaku, peserta, lingkungan, dan objek seni budaya.Karya tersebut diharapkan menjadi objek seni budaya yang dapat berinteraksi dan mengajak masyarakat memahami fenomena sosial subak melalui model responsif seniman.Ekosistem seni Amreta Ing Huma mengadopsi kerangka budaya UNESCO untuk memperkuat keterlibatan institusi, yayasan, dan pemerintah dalam isu lingkungan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi jenis kaca daur ulang, seperti perbedaan warna dan ketebalan, terhadap pertumbuhan tanaman dalam instalasi seni hidroponik, sehingga dapat mengoptimalkan desain material yang ramah lingkungan. Selain itu, studi tentang model partisipasi komunitas dimana petani lokal berkolaborasi dalam perancangan karya seni ekologis dapat menilai dampaknya terhadap peningkatan kesadaran budaya subak serta keterlibatan sosial. Selanjutnya, evaluasi skalabilitas konsep Amreta Ing Huma di lingkungan perkotaan dapat dibandingkan dengan sistem hidroponik konvensional, dengan menilai hasil lingkungan dan ekonomi dari penggunaan kaca daur ulang dan keramik dalam sistem pertanian tanpa tanah. Metode eksperimental dengan kontrol dan variabel material akan memberikan data kuantitatif tentang pertumbuhan dan kualitas tanaman. Pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi partisipatif dapat mengungkap persepsi petani dan masyarakat terhadap nilai estetika serta edukatif karya seni. Analisis biaya‑manfaat akan membantu menentukan keberlanjutan ekonomi bila konsep ini diadopsi secara luas di kota.

Read online
File size1.99 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test