ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Kemampuan spasial visual bagi anak jalanan diyakini akan dapat membantu mereka mengembangkan potensi diri dan berkontribusi lebih bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kondisi kecerdasan spasial visual anak jalanan yang berada pada naungan Yayasan Bali Street Mums and Kids Denpasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Metode menggambar dengan dan tanpa instruksi digunakan untuk menganalisis bagaimana deskripsi kecerdasan spasial pada objek kasus. Variabel penilaian berupa tingkat kesesuaian dengan komposisi, proporsi dan teknik perspektif objek. Melalui hasil penelitian ditemukan bahwa anak jalanan pada rentang usia 0-7 tahun cenderung lebih banyak menggunakan imajinasinya dalam memvisualkan objek, sehingga lemah dalam proporsi dan detail, serta belum mengetahui tentang kedalaman objek. Rentang usia 8-12 tahun lebih mendetail dalam menggambar dengan instruksi, sudah lebih proporsional dan mengenal kedalaman objek, namun kurang dalam memvisualkan imajinasinya. Rentang usia 13-16 tahun menunjukkan variasi yang lebih tinggi antara yang sudah mampu dan yang belum mampu memvisualkan dengan baik sehingga faktor keterampilan menggambar menjadi faktor yang berpengaruh. Penguatan kecerdasan spasial visual agar difokuskan pada rentang usia 8-12 tahun.

Berdasarkan hasil kegiatan menggambar yang digunakan sebagai metode untuk mengetahui deskripsi kecerdasan spasial visual pada anak jalanan di Yayasan Bali Street Mums and Kids Denpasar, dapat disimpulkan bahwa.perkembangan kecerdasan spasial visual telah dimulai pada usia 0-6 tahun, berkembang pada usia 7-12 tahun, dan dipilih untuk diperkuat atau tidak sesuai minat pada usia 12 tahun ke atas.Anak pada rentang usia 0-7 tahun lebih mudah menggambar dengan imajinasinya, cenderung tidak mengikuti instruksi, tidak detail serta masih lemah dalam proporsi dan komposisi.Anak pada rentang usia 8-12 tahun lebih detail dalam menggambar dengan instruksi, sudah lebih proporsional dan mengenal kedalaman objek, namun kurang dalam memvisualkan imajinasinya karena sudah berpikir secara logis dan lebih mengutamakan rasional.Anak dengan rentang usia 13-16 tahun menunjukkan variasi yang tinggi antara yang sudah mampu dan yang belum mampu memvisualkan dengan baik sehingga faktor keterampilan menggambar menjadi faktor yang berpengaruh.Pada rentang usia 12 tahun ke atas, penguatan kecerdasan spasial visual sebaiknya dikembangkan dan diperkuat dengan melatih kemampuan menggambar, bernyanyi, membuat keterampilan, melakukan permainan konstruktif atau mengunjungi berbagai tempat baru, sesuai apa yang menjadi minat dari masing-masing anak.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh seni visual lain seperti kerajinan tangan atau desain digital terhadap perkembangan kecerdasan spasial visual anak jalanan. Selain itu, studi tentang integrasi pendidikan formal dengan program seni di yayasan dapat memberikan wawasan tentang efektivitas pendekatan holistik dalam meningkatkan kemampuan spasial. Terakhir, penelitian bisa fokus pada dampak jangka panjang pelatihan seni terhadap kemandirian dan keterlibatan anak jalanan dalam aktivitas sosial, dengan membandingkan hasil antara kelompok yang menerima pelatihan dan kelompok yang tidak.

  1. PENDIDIKAN KARAKTER ANAK JALANAN DI SEKOLAH KELAS KHUSUS PASAR LIMA BANJARMASIN | Hidayat Putra | Jurnal... ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN-NUR/article/view/5312PENDIDIKAN KARAKTER ANAK JALANAN DI SEKOLAH KELAS KHUSUS PASAR LIMA BANJARMASIN Hidayat Putra Jurnal ojs uniska bjm ac index php AN NUR article view 5312
Read online
File size1.52 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test