UNIGRESUNIGRES
Journals of Ners CommunityJournals of Ners CommunityBayi BBLR sering mengalami kesulitan oral feeding, yang disebabkan oleh imaturitas organ yang akan berdampak pada gagalnya perawatan bayi BBLR. Tindakan yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian BBLR adalah dengan mengatasi masalah yang terjadi dengan reflek hisap yang lemah, yaitu dengan memberikan stimulasi oral sejak dini berupa sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot di sekitar mulut. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap bayi BBLR. Desain penelitian yang digunakan adalah pra experimental dengan one group pre and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 bayi yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan besar sampel yang digunakan adalah 28 bayi. Variabel independent adalah stimulasi oral dan variabel dependent adalah reflek hisap bayi BBLR. Pengumpulan data menggunakan SOP Stimulasi Oral sedangkan reflek hisap dengan lembar observasi. Pemberian stimulasi oral selama 7 hari, frekuensi 1 kali/ hari dengan durasi masing-masing 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reflek hisap sebelum pemberian stimulasi oral menunjukkan reflek hisap kurang yaitu sebanyak 15 responden (54%) dan sesudah dilakukan stimulasi oral terjadi peningkatan reflek hisap cukup yaitu sebanyak 18 responden (64%). Hasil analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan signifikansi p < 0,05 didapatkan p= 0,000 yang artinya ada pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap pada bayi BBLR. Perawat perlu melakukan stimulasi oral untuk meningkatkan reflek hisap pada bayi BBLR sehingga lama perawatan menjadi lebih singkat, penyembuhan bayi lebih cepat dan biaya perawatan berkurang.
Stimulasi oral mempengaruhi reflek hisap pada bayi.Reflek hisap sebelum dilakukan stimulasi oral sebagian besar mempunyai reflek hisap yang kurang.Reflek hisap setelah dilakukan stimulasi oral mempunyai reflek hisap yang cukup.Namun ada beberapa responden masih dalam rentang kurang tetapi sudah meningkat reflek hisapnya dibandingkan awal perawatan.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap dengan jumlah sampel yang lebih banyak untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Kedua, disarankan untuk menggunakan alat ukur reflek hisap yang lebih canggih dan terstandarisasi, serta menggabungkan metode observasi dan wawancara terstruktur untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh stimulasi oral terhadap perkembangan kognitif dan motorik pada bayi BBLR, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia gestasi, berat lahir, dan kondisi medis penyerta. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat stimulasi oral pada bayi BBLR dapat diperoleh, sehingga dapat dioptimalkan dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup bayi dan keluarganya.
| File size | 423.85 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh gentle human touch terhadap tekanan darah pada bayi premature dengan menggunakan metode penelitianPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh gentle human touch terhadap tekanan darah pada bayi premature dengan menggunakan metode penelitian
Q2LIIQ2LII Perawatan pada ibu hamil dengan KEK harus bersifat multidimensi, tidak hanya melalui suplementasi, tetapi juga edukasi gizi berkelanjutan, pemantauan rutin,Perawatan pada ibu hamil dengan KEK harus bersifat multidimensi, tidak hanya melalui suplementasi, tetapi juga edukasi gizi berkelanjutan, pemantauan rutin,
MARANATHAMARANATHA Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yangBerat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif,Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif,
AKPERAKPER Disarankan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang berisiko untuk rutin melakukan kunjungan antenatal, mendapatkan pendidikan kesehatan agar dapat mengkomsumsiDisarankan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang berisiko untuk rutin melakukan kunjungan antenatal, mendapatkan pendidikan kesehatan agar dapat mengkomsumsi
AKPERAKPER Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPMDesain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM
AKPERAKPER Fenomena pada abad ke-20, penyakit serangan jantung dan pembuluh darah telah menggantikan peran penyakit tuberculosis di Indonesia. Penyakit serangan jantungFenomena pada abad ke-20, penyakit serangan jantung dan pembuluh darah telah menggantikan peran penyakit tuberculosis di Indonesia. Penyakit serangan jantung
CERICCERIC Kecemasan ibu diukur dengan PSS: NICU dan status bangun tidur dengan modifikasi skala Brazelton oleh Priya. Hasil analisis uji statistik menggunakan WilcoxonKecemasan ibu diukur dengan PSS: NICU dan status bangun tidur dengan modifikasi skala Brazelton oleh Priya. Hasil analisis uji statistik menggunakan Wilcoxon
Useful /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional Study, teknik sampel dalam penelitian ini adalah Purposive sampling berjumlahDesain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional Study, teknik sampel dalam penelitian ini adalah Purposive sampling berjumlah
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross secsional. Tempat penelitian di daerah Sulawesi Selatan denganMetode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross secsional. Tempat penelitian di daerah Sulawesi Selatan dengan
UMMUMM Proses ini berbeda tajam dengan pendekatan penanganan kriminal standar seperti di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif untuk merumuskanProses ini berbeda tajam dengan pendekatan penanganan kriminal standar seperti di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif untuk merumuskan
MARANATHAMARANATHA Simpulan: Karakteristik klinikopatologi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, sisi payudara kiri, stadium III, tipe histologiSimpulan: Karakteristik klinikopatologi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, sisi payudara kiri, stadium III, tipe histologi