IJNMSIJNMS

International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada lansia di Posyandu Anggrek di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitis korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 73 lansia menjadi sampel menggunakan teknik total sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan PASE, sedangkan fungsi kognitif dinilai menggunakan MMSE. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada dalam kategori aktivitas fisik aktif (68,5%) dan memiliki fungsi kognitif normal (67,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif (p = 0,001), di mana lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat, menyoroti peran perawat dalam mempromosikan aktivitas fisik secara teratur sebagai strategi preventif untuk menjaga fungsi kognitif pada lansia di tingkat komunitas.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia di Posyandu Anggrek memiliki tingkat aktivitas fisik yang aktif dan fungsi kognitif yang normal.Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,001, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif.Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik, sementara lansia dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah cenderung mengalami gangguan kognitif ringan hingga berat.Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas fisik berperan sebagai faktor pelindung terhadap penurunan kognitif, sehingga upaya untuk meningkatkan aktivitas fisik perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk menguji hubungan kausal antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada lansia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor confounding seperti nutrisi dan kualitas tidur. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi lansia mengenai manfaat aktivitas fisik terhadap fungsi kognitif mereka, serta hambatan yang mungkin mereka hadapi dalam berpartisipasi dalam aktivitas fisik. Ketiga, pengembangan intervensi berbasis komunitas yang menggabungkan aktivitas fisik dan stimulasi kognitif, serta melibatkan keluarga dan tenaga kesehatan, dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan fungsi kognitif dan kualitas hidup lansia. Pengembangan intervensi ini perlu mempertimbangkan karakteristik budaya dan sosial masyarakat setempat, serta melibatkan partisipasi aktif dari lansia dan keluarga mereka dalam proses perencanaan dan implementasi.

Read online
File size376.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test