IJNMSIJNMS

International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)

Orang dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan berbagai jenis kanker dan infeksi viral dibandingkan dengan populasi umum. Kanker yang mendefinisikan AIDS (ADC) meliputi sarkoma Kaposi, kanker serviks, dan limfoma. Selain ketiga kanker tersebut, terdapat juga jenis kanker non-AIDS-defining cancers (NADC). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkirakan periode waktu kanker setelah diagnosis HIV pada dataset multicenter yang kecil. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan melibatkan 23 responden yang memiliki HIV dan kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADC meliputi kanker serviks dan limfoma. Sedangkan NADC dalam penelitian ini meliputi kanker payudara, kanker hati, leukemia, kanker otak, kanker nasofaring, kanker kolon, dan kanker rektum. Rata-rata waktu diagnosis kanker setelah HIV adalah 2,73 tahun. Waktu terawal gejala kanker pada HIV adalah 0,6 tahun, sedangkan waktu terpanjang adalah 14,6 tahun. Interval antara diagnosis HIV dan onset kanker dipengaruhi oleh penurunan jumlah CD4, usia, infeksi oportunistik, riwayat genetik kanker, dan jenis kanker. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan progresif jumlah CD4 dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, bahkan pada tingkat selular, atau imunokompromi. Gangguan sistem kekebalan tubuh yang parah meningkatkan risiko kanker yang terkait dengan kekurangan imunitas. Penting bagi ODHA untuk memiliki kesadaran diri tentang skrining kanker serviks dini dan peraturan yang mengintegrasikan layanan skrining kanker ke dalam unit layanan HIV.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kanker yang termasuk ADC adalah kanker serviks dan limfoma.Sedangkan NADC terdiri dari kanker payudara, kanker hati, leukemia, kanker otak, kanker nasofaring, kanker kolon, dan kanker rektum.Rata-rata waktu terjadinya kanker setelah HIV adalah 2,73 tahun, dengan deviasi standar 3,06 tahun, menunjukkan variasi yang besar pada setiap responden.Selang waktu antara diagnosis HIV dan onset kanker dipengaruhi oleh imunodefisiensi berat, penurunan jumlah CD4, usia, infeksi oportunistik, riwayat genetik kanker, dan jenis kanker.Penting bagi wanita HIV positif untuk memiliki kesadaran diri tentang skrining kanker serviks dini dan peraturan yang mengintegrasikan layanan skrining kanker ke dalam unit layanan HIV.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih besar dan komprehensif tentang pola onset kanker dan distribusi di antara ODHA di Indonesia, terutama mengenai periode waktu dari diagnosis HIV hingga terjadinya kanker. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi interval antara diagnosis HIV dan onset kanker, seperti penurunan jumlah CD4, usia, infeksi oportunistik, riwayat genetik kanker, dan jenis kanker. Studi ini dapat membantu memahami lebih lanjut hubungan antara HIV dan kanker, serta mengembangkan strategi intervensi dan pencegahan yang efektif.

  1. Impact of Age and Sex on CD4 Cell Count Trajectories following Treatment Initiation: An Analysis of the... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0164148Impact of Age and Sex on CD4 Cell Count Trajectories following Treatment Initiation An Analysis of the journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0164148
Read online
File size383.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test