STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli secara bebas di apotek atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sering dilakukan dalam swamedikasi. Pelaksanaan swamedikasi secara rasional dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik. Metode pelaksanaan diawali dengan pre-test, dilanjutkan edukasi serta ditutup post-test. Karakteristik responden yang mengikuti kegiatan ini berusia 17-35 tahun sebesar 60%, jenis kelamin perempuan 56% dan berpendidikan SMA yaitu 51%. Hasil yang didapat pada kegiatan ini 52% masyarakat berpengetahuan kurang tentang penggunaan antibiotik, sedangkan setelah post-test terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 64%. Peningkatan pengetahuan masyarakat terkait cara penyimpanan yang sesuai standar serta penggunaan antibiotik yang rasional.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini tidak ada hambatan dan telah terlaksana dengan baik dan lancar.Kesimpulan kegiatan ini yaitu seluruh peserta mengikuti kegiatan pemberian edukasi penggunaan serta penyimpanan antibiotik yang baik dan benar.Kegiatan ini diikuti sejumlah 100 orang masyarakat yang tinggal di Kelurahan Renon Denpasar (100%), pemberian edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dimana saat diberikan pretest sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebesar 52% dan mengalami peningkatan pengetahuan saat posttest yaitu sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebesar 64%, dan seluruh masyarakat telah mendapatkan brosur dan tempat penyimpanan obat secara gratis.Peserta mendapatkan informasi tentang cara penyimpanan yang sesuai standar (100%).

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku penggunaan antibiotik secara rasional, seperti pengaruh sosial budaya dan aksesibilitas informasi kesehatan yang akurat. Kedua, perlu adanya pengembangan program edukasi yang lebih inovatif dan menarik, misalnya melalui media sosial atau aplikasi mobile, untuk menjangkau kelompok usia yang lebih muda dan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional atau longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas program edukasi dalam jangka panjang dan dampaknya terhadap penurunan resistensi antibiotik di masyarakat.

  1. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tahun Pertama Bersama (TPB) tentang Penggunaan Antibiotik dalam Swamedikasi... jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/432Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tahun Pertama Bersama TPB tentang Penggunaan Antibiotik dalam Swamedikasi jsfk ffarmasi unand ac index php jsfk article view 432
  2. Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik masyarakat | Borobudur Pharmacy... journal.unimma.ac.id/index.php/bphr/article/view/4869Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik masyarakat Borobudur Pharmacy journal unimma ac index php bphr article view 4869
Read online
File size520.92 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test