STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Praktik residensi keperawatan medikal bedah adalah bagian dari proses pendidikan yang berfokus pada pengembangan kemampuan klinik, khususnya pada sistem respirasi. Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara dimana batuk dan bersin merupakan sumber penularan yang mengeluarkan basil tuberkulosis melalui udara dalam aerosol atau butiran kecil (Saktiawati dan Sumardi, 2021). Pada tahun 2021 TB dapat dikategorikan sebagai penyakit menular paling mematikan dengan urutan kedua di dunia setelah Virus covid 19 dan berada pada urutan ke 13 sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia (WHO, 2022). Peran perawat yang harus dilakukan yaitu sebagai pemberi asuhan keperawatan, peneliti, advokat, edukator, dan inovator. Peran yang dilakukan sebagai pemberi asuhan keperawatan yaitu dengan mengelola 30 pasien gangguan sistem respirasi TB (Tuberkulosis) menggunakan pendekatan Teori Virginia Henderson. Masalah keperawatan yang sering muncul yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas selain itu memiliki peran sebagai inovator dan edukator yaitu melakukan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dan memberikan edukasi dengan menggunakan aplikasi TOBAT (tekun minum obat). Pengukuran Kepatuhan minum obat dilakukan menggunakan kuesioner MMS-8 (Modified Morisky Adherence Scale-8) melalui google form dengan hasil sebelum menggunakan aplikasi TOBAT (tekun minum obat) skor kepatuhan tinggi tidak ada, kepatuhan sedang 7 orang dan kepatuhan rendah sebanyak 23 orang, kemudian diberikan edukasi terkait aplikasi TOBAT (tekun minum obat) dan dilakukan post test didapatkan hasil dengan skor keptuhan tinggi sebanyak 24 orang dan kepatuhan sedang 6 orang sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami peningkatan kepatuhan minum obat dengan adanya aplikasi TOBAT (tekun minum obat) dan diharapakan semua pasien TB patuh minum obat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat dan pihak rumah sakit.Kegiatan yang dilakukan secara umum tidak menghadapi kendala yang berarti sehingga terlaksana dengan lancar dan memberikan dampak positif.Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap pre-test, pemberian edukasi kepatuhan obat melalui apliasi TOBAT (tekun minum obat) dan post-test, dari hasil evaluasi pre-post yang dilakukan terdapat perubahan peningkatan kepatuhan minum obat pasien yang awalnya tingkat kepatuhan rendah sebanyak 23 % sedang 7 % meningkat menjadi tingkat kepatuhan tinggi 24 % dan kepatuhan sedang 6 %.Saran kepada pihak manajemen untuk lebih memperhatikan fasilitas yang ada di rumah sakit sehingga tidak menambah atau memperparah pasien yang sedang dirawat.Kepada pasien diharapkan setelah dilakukan edukasi dapat menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat serta patuh minum OAT sehingga tidak terjadi putus obat dan sembuh dari TB.

1. Apakah aplikasi TOBAT dapat diterapkan secara luas di berbagai fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB? 2. Bagaimana efektivitas aplikasi TOBAT dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB dengan berbagai latar belakang sosial dan budaya yang berbeda? 3. Apakah ada manfaat tambahan dari aplikasi TOBAT, seperti peningkatan kualitas hidup atau penurunan risiko komplikasi pada pasien TB?.

Read online
File size684.66 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test