STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan utama di bidang kesehatan dengan jumlah kematian mencapai 1.3 juta pada tahun 2016. Indonesia merupakan salah satu negara dengan insidens kasus TB yang cukup tinggi mencapai 391 kasus per 100.000 penduduk. Salah satu elemen penting dalam penanganan kasus tuberkulosis yaitu dengan menggandeng Kader Kesehatan yang berada di masyarakat untuk turut serta menyelesaikan permasalahan TB. Kader memiliki peranan penting terhadap TB mulai dari deteksi kasus, Pengawas Minum Obat dan pemberdayaan masyarakat sehingga perlu dilakukan penyegaran secara rutin terhadap pengetahuan dan menyelesaikan kendala yang dihadapi kader dilapangan. Dengan peranan yang vital tersebut maka penting untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan kader di masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta untuk mengidentifikasi masalah dan kendala kader di masyarakat. Kegiatan refreshment dilakukan menggunakan teknik ceramah dan diskusi dengan media yang digunakan adalah powerpoint dan buku saku kader. Evaluasi pelaksanaan dilakukan menggunakan evaluasi struktural, proses dan hasil. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kehadiran peserta >80% serta terjadi peningkatan pengetahuan yang bermakna pada peserta dari hasil uji T paired yang telah dilakukan. Kegiatan refreshment yang dilakukan sangat penting untuk selalu menjaga pengetahuan, keterampilan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi kader di masyarakat serta untuk selalu memberikan motivasi kepada kader agar dapat melakukan pemberdayaan masyarakat dengan baik sehingga tercipta masyarakat yang sehat khususnya dapat melakukan eliminasi kepada kasus Tuberkulosis.

Kegiatan refreshment kader yang telah selesai dilakukan oleh tim dapat dikatakan berjalan dengan baik sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan dimana khususnya pada evaluasi hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta.Selain itu kehadiran peserta menunjukkan angka yang juga cukup baik yaitu berada di atas target yang telah ditentukan serta dibarengi dengan antusiasme yang baik ketika pelaksanaan kegiatan berlangsung.Kegiatan refreshment kader sangat penting untuk selalu dilakukan selain untuk terus memperbaharui pengetahuan dan keterampilan kader, kegiatan ini juga penting untuk membantu menyelesaikan masalah / hambatan yang dialami kader di masyarakat.Selain itu kegiatan ini juga berperan penting untuk memotivasi kader untuk menciptakan masyarakat yang sehat.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program penyegaran kader kesehatan, termasuk metode penyampaian materi, ketersediaan sumber daya, dan dukungan dari pemerintah daerah. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program penyegaran terhadap peningkatan cakupan deteksi kasus TB dan kepatuhan pasien dalam pengobatan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi kader kesehatan terhadap program penyegaran, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasi program di lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di Indonesia.

Read online
File size483.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test