UNDIKMAUNDIKMA

Realita : Jurnal Bimbingan dan KonselingRealita : Jurnal Bimbingan dan Konseling

Pengembangan kurikulum mempunyai makna yaitu penyusunan kurikulum yang sama sekali baru atau bisa juga menyempurnakan kurikulum yang telah ada. Untuk memudahkan pengembangan kurikulum diperlukan sebuah rancangan yang dapat membantu dalam prosesnya. Dan model memberikan manfaat sebagai pedoman untuk melakukan kegitan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela menerapkan langkah-langkah pengembangan kurikulum model Beauchamp. Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa dalam pengembangan kurikulum di madrasah juga merujuk kepada kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh ahli kurikulum. Fokus penelitian ini adalah melihat sejauh mana model pengembangan kurikulum beucamp digunakan di madrasah ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela Jl. Swasembada IX, Karang Pule Sekarbela ?. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur dan teknik dokumentasi. Adapun hasil yang diperoleh adalah Madrasah menetapkan wilayah dalam pengembangan kurikulum, madrasah dalam perumusan kurikulum melibatkan seluas-luasnya warga sekolah seperti kepala Madrasah, guru sekolah secara keseluruhan dan komite sekolah, memiliki tim ahli dalam pengembangan kurikulum, guru dilibatkan dari awal dalam perumusan kurikulum, madrasah melakukan penilaain untuk mengetahui keberhasilan siswa.

Dalam pengembangan kurikulum model Beauchamp terdapat lima langkah yang dilakukan dan dari kelima langkah tersebut direalisasikan oleh Madrasah Nurul Islam yaitu sebagai berikut.Madrasah menetapkan wilayah pengembangannya di madrasah nurul islam yang beralamat di Jl.Madrasah dalam perumusan kurikulum melibatkan seluas-luasnya warga sekolah seperti kepala Madrasah, guru sekolah secara keseluruhan dan komite sekolah.Dan madrasah nurul islam telah merumuskan tujuan umum dan khusu dan adapun muatan kurikulum di MI Nurul Islam meliputi 12 mata pelajaran,2 muatan lokal, 6 pengembangan diri dan 2 program unggulan.Guru dilibatkan dari awal dalam perumusan kurikulum yang akan digunakan guna memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang tepat dan sesuai dengan kareteristik siswa.Madrasah melakukan penilaain untuk mengetahui keberhasilan siswa diantaranya penilaain dalam kegiatan pembelajaran meliputi penilaian aspek pengetahuan, sikap dan produk.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta mempertimbangkan keterbatasan dalam implementasi model Beauchamp, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif antara model Beauchamp dengan model pengembangan kurikulum lainnya, seperti model CIPP, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing model dalam konteks madrasah. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas berbagai pendekatan dalam merancang kurikulum yang responsif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan siswa terhadap implementasi kurikulum berbasis model Beauchamp, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan berharga bagi perumusan strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan profesional guru. Ketiga, penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi tertentu dalam mengatasi tantangan implementasi kurikulum, seperti kurangnya pemahaman guru tentang model Beauchamp atau kesulitan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kurikulum. Melalui PTK, guru dapat mengembangkan solusi praktis dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

Read online
File size1.01 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test