TIGA MUTIARATIGA MUTIARA

Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia

Memasuki era moderen, masyarakat Desa Bulutellue masih mempertahankan sebuah tradisi, yaitu hajatan mattoana bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi hajatan mattoana bola sebagai identitas sosiokultural masyarakat Desa Bulutellue. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dan penelitian lapangan. Data lapangan dikumpulkan dengan cara melakukan observasi partisipan dan wawancara secara mendalam kepada 9 orang. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teknik Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hajatan mattoana bola dilakukan oleh keluarga kecil yang sudah berhasil membangun rumah dan menghuninya selama kurang lebih tiga tahun dalam kondisi yang sehat dan kecukupan rezeki. Hajatan mattoana bola merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah dengan melakukan beberapa tahapan, antara lain mattanra esso, maddareheng, massolong bola, mabbarasanji, dan mabbaca doang salama. (2) pelaksanaan hajatan mattoana bola memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Bulutellue karena mengandung beberapa nilai yaitu, nilai gotong royong, nilai kebersamaan, nilai keagamaan, dan nilai kepatuhan kepada pemimpin.

Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi keluarga di Desa Bulutellue, sehingga pembangunan rumah memerlukan kemampuan sosial untuk menggalang bantuan serta kemampuan finansial untuk menutupi biaya, dan perjuangan tersebut diungkapkan melalui hajatan mattoana bola sebagai rasa syukur kepada Allah.Hajatan mattoana bola sarat dengan nilai gotong‑royong, kebersamaan, keagamaan, dan kepatuhan kepada pemimpin, yang menunjukkan karakter religius masyarakat desa.Pelaksanaan mattoana bola tidak dapat terlepas dari panduan dan petunjuk pemimpin formal maupun informal, menegaskan pentingnya peran kepemimpinan dalam keberhasilan acara.

Bagaimana peran gender dalam pelaksanaan hajatan mattoana bola, khususnya kontribusi dan pengalaman perempuan dibandingkan laki‑laki, dapat dijelaskan melalui studi etnografi partisipatif di Desa Bulutellue? Apakah pelaksanaan mattoana bola memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga peserta, terutama dalam hal peningkatan pendapatan, akses kredit, dan investasi pembangunan rumah, dapat dianalisis dengan metode survei longitudinal? Bagaimana proses transmisi nilai dan praktik mattoana bola kepada generasi muda terjadi dalam konteks modernisasi, dan faktor apa yang mempengaruhi keberlanjutan tradisi ini, dapat diteliti melalui wawancara mendalam dengan remaja dan orang tua? Apakah terdapat variasi pelaksanaan mattoana bola antar desa di Kabupaten Sinjai, dan bagaimana perbedaan tersebut mencerminkan adaptasi lokal terhadap nilai gotong‑royong dan kepemimpinan, dapat diungkap melalui perbandingan studi kasus multidesa? Sejauh mana peran pemimpin formal dan informal memfasilitasi koordinasi sumber daya serta kepatuhan dalam mattoana bola, dan bagaimana mekanisme kolaborasi mereka dapat dioptimalkan, dapat dievaluasi dengan analisis jaringan sosial?.

Read online
File size413.28 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test